Waduh! Jawa Timur Masih Kekurangan Vaksin COVID-19
Rabu, 10 Februari 2021 - 23:05 WIB
Dia menambahkan, jumlah nakes yang menjadi sasaran vaksinasi sebanyak 230.293 orang. Sementara jatah vaksin yang diterima baru untuk 185.860 orang. Artinya Jatim masih kekurangan 104.252 dosis vaksin untuk sekitar 50.000 nakes."Kami masih minta tambahan sekitar 104.252 dosis vaksin Sinovac," ujar Herlin.
Baca juga: Pesta Perpisahan Bupati Blitar Batal, Iuran Rp2,2 Juta Dikeluhkan
Herlin menargetkan, proses vaksinasi nakes di Jatim bisa selesai pada pekan ketiga Februari 2020. Setelah seluruh nakes divaksinasi, sasaran selanjutnya adalah para nakes yang berusia lanjut. Kemudian prioritas ketiga penerima vaksin adalah pelayan publik seperti TNI, Polri, Guru, dan sebagainya.
“Untuk lansia yang usianya 60 tahun ke atas itu bisa vaksinasi. Bedanya jaraknya dari penyuntikan vaksin tahap pertama ke tahap kedua bukan 14 hari, tapi 28 hari," pungkas Herlin.
Sementara itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pihaknya berkomitmen penuh untuk memberikan perlindungan bagi tenaga kesehatan di Jatim, yang sudah bekerja keras merawat pasien COVID-19. “Saya kembali mengingatkan bahwa, perlindungan terhadap COVID-19 harus berlapis lapis, vaksinasi tetap harus dikawal dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan,” katanya.
Baca juga: Pesta Perpisahan Bupati Blitar Batal, Iuran Rp2,2 Juta Dikeluhkan
Herlin menargetkan, proses vaksinasi nakes di Jatim bisa selesai pada pekan ketiga Februari 2020. Setelah seluruh nakes divaksinasi, sasaran selanjutnya adalah para nakes yang berusia lanjut. Kemudian prioritas ketiga penerima vaksin adalah pelayan publik seperti TNI, Polri, Guru, dan sebagainya.
“Untuk lansia yang usianya 60 tahun ke atas itu bisa vaksinasi. Bedanya jaraknya dari penyuntikan vaksin tahap pertama ke tahap kedua bukan 14 hari, tapi 28 hari," pungkas Herlin.
Sementara itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pihaknya berkomitmen penuh untuk memberikan perlindungan bagi tenaga kesehatan di Jatim, yang sudah bekerja keras merawat pasien COVID-19. “Saya kembali mengingatkan bahwa, perlindungan terhadap COVID-19 harus berlapis lapis, vaksinasi tetap harus dikawal dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan,” katanya.
(msd)
Lihat Juga :