Rapid Test Dibiayai Dinkes, Anggota DPRD Bandung Barat Siap Dipotong Gaji
Jum'at, 17 April 2020 - 18:22 WIB
Sementara Dadan Supardan, anggota Fraksi Golkar mengaku tidak mengikuti agenda rapid test meskipun dapat undangan. Berdasarkan informasi yang didapatnya, ada 12 dari 50 anggota DPRD yang tidak hadir. Dia sendiri sudah berencana menjalani rapid test secara mandiri.
"Memang baiknya rapid test yang dibiayai negara diarahkan untuk masyarakat di wilayah yang ditetapkan sebagai zona merah. Kasihan kalau mereka harus test mandiri di tengah kondisi seperti saat ini," ujarnya.
Seperti diketahui, para anggota DPRD Bandung Barat menjalani rapid test secara serempak di Kantor DPRD, Jalan Raya Tagog Padalarang, Kamis (16/4/2020). Biaya rapid test dibebankan pada anggaran Dinas Kesehatan. Hal ini memantik kritikan keras dari masyarakat yang menilai anggota DPRD tidak peka terhadap kondisi masyarakat yang diwakilinya.
"Memang baiknya rapid test yang dibiayai negara diarahkan untuk masyarakat di wilayah yang ditetapkan sebagai zona merah. Kasihan kalau mereka harus test mandiri di tengah kondisi seperti saat ini," ujarnya.
Seperti diketahui, para anggota DPRD Bandung Barat menjalani rapid test secara serempak di Kantor DPRD, Jalan Raya Tagog Padalarang, Kamis (16/4/2020). Biaya rapid test dibebankan pada anggaran Dinas Kesehatan. Hal ini memantik kritikan keras dari masyarakat yang menilai anggota DPRD tidak peka terhadap kondisi masyarakat yang diwakilinya.
(muh)
Lihat Juga :