Pembenahan dan Integrasi Transportasi Umum, Daerah Diminta Contoh Jakarta

Senin, 08 Februari 2021 - 13:19 WIB
“BPTJ memiliki rencana induk transportasi Jabodetabek, salah satunya, target pengguna transportasi umum mencapai 60% pada 2029. Tahapannya, mulai 2019 mencapai 20% dan 2024 mencapai 40%,” tutur Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) itu, melalui keterangan tertulis, Senin (8/2/2021).

Dia menambahkan, agar daerah sukses memperbaiki sistem transportasi, perlu komitmen bersama dari pemerintah pusat. Secara gamblang, Djoko menyebut sulit bagi daerah untuk membenahi sistem transportasi jika tak dibantu pemerintah pusat.

“Sayangnya, komitmen pemda masih minim. Tidak hanya itu, anggaran yang minim dan tidak sebesar DKI Jakarta, juga jadi halangan,” paparnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menyebutkan anggaran yang dibutuhkan untuk membangun sistem transportasi selama 10 tahun mencapai Rp605 Triliun. Dana itu dipakai untuk menambah armada dan jangkauan TransJakarta, moda raya terpadu (MRT), dan lintas rel terpadu (LRT).

Namun, Djoko mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki beberapa pekerja rumah (PR), antara lain, penataan jalur sepeda, ojek daring, dan terminal. Khusus terminal, Djoko menyebut Tanjung Priok dan Kampung Rambutan harus segera diperbaiki.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!