Pertimbangan Masuk Kuliah, Harus Cermat Minat dan Bakat

Kamis, 04 Februari 2021 - 01:08 WIB
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Dr. Wiwin Hendriani S.Psi., M.Si. Foto/Ist
SURABAYA - Minat dan bakat adalah dua hal yang seringkali terlambat disadari ketika menjalani pendidikan. Padahal, keduanya patut menjadi pertimbangan dalam merencanakan masa depan, termasuk ketika memilih jurusan di bangku perguruan tinggi.

Dosen Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Airlangga Dr. Wiwin Hendriani S.Psi M.Si menuturkan, perlu dipahami bahwa minat dan bakat adalah dua hal yang sangat berbeda. Bakat diartikan sebagai potensi atau kemampuan yang bersifat spesial. Yaitu faktor bawaan yang menjadi kekuatan dan ciri khas individu.



Sedangkan minat berhubungan dengan sesuatu yang bersifat passion. Yaitu hal-hal yang disukai atau membuat antusias. Minat tak jarang juga diidentikkan dengan hobi, meski sebenarnya berbeda.

“Komposisi minat dan bakat sedapat mungkin perlu diupayakan seimbang. Sebab, potensi kemampuan tanpa diiringi minat, hasilnya tidak akan optimal untuk meraih sukses,” kata Wiwin, Rabu (3/2/2021).

Ia melanjutkan, minat yang besar tanpa bakat yang memadai akan menyulitkan seseorang ketika menghadapi tantangan yang besar. “Jadi, bakat aja tanpa minat, nggak optimal orang mencapai sukses karir. Minat aja tanpa ada bakat yang cukup, itu juga tidak akan optimal,” jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!