Sosiolog UGM Ungkap Penyebab Carut-marut Penyaluran Bansos COVID-19

Sabtu, 16 Mei 2020 - 09:19 WIB
"Akibat tumpang tindih tadi menyebabkan banyak terjadinya kasus satu orang menerima hampir semua bantuan tersebut, sementara yang lain bahkan tidak menerima sama sekali. Hal yang lebih ironis di beberapa

daerah bahkan terjadi politisasi dari bansos ini," kata dosen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan Fisipol UGM itu.

Untuk itu perlu diperbaiki sejumlah permasalahan bansos. Pertama, pendataan, perlu validasi dan pembaruan data dengan mempertimbangkan indikator warga yang benar-benar terdampak COVID-19, termasuk pengawasan program. Jika ada program yang tidak efektif, maka lebih baik dananya dialokasikan untuk yang lain.

Sebagai contoh, kartu prakerja yang beberapa program pelatihannya tidak efektif, seperti pelatihan memancing dan pelatihan menjadi YouTuber pemula. Lebih baik dana Rp5,6 triliun dari program itudisalurkan untuk ke program bansos melihat banyak warga terdampak yang belum menerima bantuan.

"Untuk itu mengajak masyarakat untuk mengawasi bersama pelaksanaan distribusi bansos," katanya.(Baca juga: Banyak Warga Miskin di Sewaka Belum Terima Bansos )
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!