PPKM Tahap Pertama di Jateng: Pelanggaran PKL 1.403, Pasar Tradisional-Modern 595
Senin, 25 Januari 2021 - 15:02 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Wagub Taj Yasin Maimoen usai rapat evaluasi COVID-19, Senin (25/1/2021).Foto/ist
SEMARANG - Pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ( PPKM ) Jawa-Bali jilid pertama menunjukkan tren yang bagus di Jawa Tengah. Hal itu dibuktikan dengan tingkat keterpakaian rumah sakit di provinsi ini jauh di bawah rata-rata daerah lain.
Hal itu disampaikan Ganjar usai memimpin rapat evaluasi COVID-19 di kantornya, Senin (25/1/2021). Menurutnya, dari angka keterpakaian tempat tidur di rumah sakit rujukan seluruh provinsi di Indonesia, ternyata yang melakukan PPKM Jawa-Bali, hanya Jateng dan Bali yang memiliki skor yang bagus.
"Alhamdulillah kalau melihat dari angka keterpakaian tempat tidur di rumah sakit rujukan, Jateng itu di angka 66,67 persen dan Bali 60,32 persen. Ini bagus, karena yang lainnya di atas 70 persen," kata Ganjar.
Baca juga: Tak Bisa Mencium Bau Wangi Parfum Bajunya, Bupati Bantul Terpilih Positif COVID-19
Hal itu disampaikan Ganjar usai memimpin rapat evaluasi COVID-19 di kantornya, Senin (25/1/2021). Menurutnya, dari angka keterpakaian tempat tidur di rumah sakit rujukan seluruh provinsi di Indonesia, ternyata yang melakukan PPKM Jawa-Bali, hanya Jateng dan Bali yang memiliki skor yang bagus.
"Alhamdulillah kalau melihat dari angka keterpakaian tempat tidur di rumah sakit rujukan, Jateng itu di angka 66,67 persen dan Bali 60,32 persen. Ini bagus, karena yang lainnya di atas 70 persen," kata Ganjar.
Baca juga: Tak Bisa Mencium Bau Wangi Parfum Bajunya, Bupati Bantul Terpilih Positif COVID-19
Lihat Juga :