Vaksinasi Bergulir, Satgas Ingatkan Warga Jabar Tetap Patuhi Prokes
Jum'at, 22 Januari 2021 - 21:36 WIB
Satgas Penanganan COVID-19 Jabar mengingatkan warga Jabar untuk tetap mematuhi prokes seiring bergulirnya vaksinasi COVID-19. Foto ilustrasi/SINDOnews
BANDUNG - Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Jawa Barat, Daud Achmad mengingatkan seluruh lapisan masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes), meskipun program vaksinasi COVID-19 sudah berjalan. Begitu juga para penerima vaksin COVID-19. Setelah disuntik vaksin, kata Daud, penerima vaksin jangan abai menerapkan prokes. Pasalnya, kata Daud, untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) dibutuhkan waktu lebih dari satu tahun.
"Vaksin COVID-19 dapat mengurangi angka kesakitan atau kematian akibat pandemi dalam waktu cepat. Tapi, untuk membentuk kekebalan kelompok, butuh waktu cukup panjang," kata Daud di Bandung, Jumat (22/1/2021). Baca juga: Bupati Sleman Positif Covid-19 Seusai Divaksin, Begini Penjelasan IDI
"Dari situ, penting bagi kita untuk konsisten memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, dan mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir," sambung Daud.
Dengan angka kesakitan yang berkurang, lanjut Daud, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan COVID-19 dan rumah sakit darurat diharapkan tetap terjaga di level aman. "Jika angka kesakitan berkurang, pasien yang dirawat pun berkurang sehingga BOR (bed occupancy rate) tidak akan pernah penuh," jelasnya.
"Vaksin COVID-19 dapat mengurangi angka kesakitan atau kematian akibat pandemi dalam waktu cepat. Tapi, untuk membentuk kekebalan kelompok, butuh waktu cukup panjang," kata Daud di Bandung, Jumat (22/1/2021). Baca juga: Bupati Sleman Positif Covid-19 Seusai Divaksin, Begini Penjelasan IDI
"Dari situ, penting bagi kita untuk konsisten memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas, dan mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir," sambung Daud.
Dengan angka kesakitan yang berkurang, lanjut Daud, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan COVID-19 dan rumah sakit darurat diharapkan tetap terjaga di level aman. "Jika angka kesakitan berkurang, pasien yang dirawat pun berkurang sehingga BOR (bed occupancy rate) tidak akan pernah penuh," jelasnya.
Lihat Juga :