Bantu Pengungsi Korban Gempa Sulbar, Cak Imin Kirim Dokter dan Obat-obatan
Jum'at, 22 Januari 2021 - 20:01 WIB
Sementara itu, Ketua DPC PKB Mamuju, Bakri Bestari berkata, kegiatan hari ini juga dibantu oleh relawan pemuda lokal dan komunitas pemuda Kurungan Bassi. "Kami mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Gus AMI yang dengan sigap mengirimkan bantuan untuk korban gempa di Majene ini," katanya.
Menurut Bakri bantuan tersebut sangat berharga bagi warga Mamuju yang terkena bencana. Ia berharap nantinya ada lagi bantuan rekontruksi di beberapa titik. "Masyarakat sangat bersyukur dengan bantuan kesehatan dan sembako," ucapnya.
Sementara itu, dr Arif dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lampung yang ikut rombongan Gus AMI Peduli menyatakan pengungsi yang diperiksa menderita sakit maag, sakit pinggang dan darah tinggi.
"Darah tinggi karena mungkin banyak mengkonsumsi ikan asin, sakit pinggang banyak juga akibat dari tertimpa benda-benda ketika gempa. Kalau sakit maag mungkin dia sempat kelaparan sebelumnya, mungkin," tuturnya.
Dalam pemeriksaan tersebut, juga ditemukan pasien yang penderita diabetes dan kolesterol tinggi. Sehingga diharapkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. "Untuk penyakit diabetes dan kolesterol harus ada pemeriksaan berkala. Jadi yang bisa kita obati. Yang tidak bisa kita obati, saat ini kita berikan obat sementara, dan kita sarankan mencari pengobatan yang fasilitas yang lebih lengkap," katanya.
Menurut Bakri bantuan tersebut sangat berharga bagi warga Mamuju yang terkena bencana. Ia berharap nantinya ada lagi bantuan rekontruksi di beberapa titik. "Masyarakat sangat bersyukur dengan bantuan kesehatan dan sembako," ucapnya.
Sementara itu, dr Arif dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lampung yang ikut rombongan Gus AMI Peduli menyatakan pengungsi yang diperiksa menderita sakit maag, sakit pinggang dan darah tinggi.
"Darah tinggi karena mungkin banyak mengkonsumsi ikan asin, sakit pinggang banyak juga akibat dari tertimpa benda-benda ketika gempa. Kalau sakit maag mungkin dia sempat kelaparan sebelumnya, mungkin," tuturnya.
Dalam pemeriksaan tersebut, juga ditemukan pasien yang penderita diabetes dan kolesterol tinggi. Sehingga diharapkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. "Untuk penyakit diabetes dan kolesterol harus ada pemeriksaan berkala. Jadi yang bisa kita obati. Yang tidak bisa kita obati, saat ini kita berikan obat sementara, dan kita sarankan mencari pengobatan yang fasilitas yang lebih lengkap," katanya.
(shf)
Lihat Juga :