Petisi Tolak Galon Sekali Pakai Mendapat Dukungan Publik
Jum'at, 22 Januari 2021 - 07:34 WIB
Karena itu, saat sebuah merek air minum dalam kemasan (AMDK) mengeluarkan produk galon sekali pakai yang diklaim sebagai sebuah inovasi untuk menghadirkan air minum yang higienis ke tangah masyarakat, tak sedikit pihak yang menyayangkan. Sebab, langkah ini dipandang sebagai ketidak pedulian industri terhadap permasalahan yang saat ini dihadapi Indonesia.
Tak hanya LSM dan aktivis pegiat lingkungan yang keras bersuara, dua siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Bekasi, Elhan dan Helfia pun berani beropini. Melalui platform Change.org, keduanya menggagas petisi “tolak galon sekali” pakai pada November 2020 lalu.
Terhitung per 18 Januari 2021, setidaknya sudah 27.000 partisipan telah menandatangani petisi ini.
“Ketika ada perusahaan yang membuat galon sekali pakai, ini merugikan dan justru tidak menghargai upaya pengurangan sampah,” ujar Elhan. Karena itu, dia menggagas petisi yang ditujukan kepada market leader produk galon sekali pakai tersebut.
Keberaniannya melawan industri tersebut, selain mendapat dukungan dari banyak pihak sekaligus menempatkan kedua remaja ini menjadi sasaran.
Tak hanya LSM dan aktivis pegiat lingkungan yang keras bersuara, dua siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Bekasi, Elhan dan Helfia pun berani beropini. Melalui platform Change.org, keduanya menggagas petisi “tolak galon sekali” pakai pada November 2020 lalu.
Terhitung per 18 Januari 2021, setidaknya sudah 27.000 partisipan telah menandatangani petisi ini.
“Ketika ada perusahaan yang membuat galon sekali pakai, ini merugikan dan justru tidak menghargai upaya pengurangan sampah,” ujar Elhan. Karena itu, dia menggagas petisi yang ditujukan kepada market leader produk galon sekali pakai tersebut.
Keberaniannya melawan industri tersebut, selain mendapat dukungan dari banyak pihak sekaligus menempatkan kedua remaja ini menjadi sasaran.
Lihat Juga :