PPKM Bakal Diperpanjang, Pengusaha Wisata Minta Pemerintah Beri Kepastian
Rabu, 20 Januari 2021 - 16:01 WIB
Menurut dia, pengusaha pada dasarnya tidak keberatan atas beberapa kebijakan pengendalian pandemi yang diambil pemerintah. Akan tetapi, mestinya pemerintah memberikan kepastian akan berbagai kebijakan yang diambil. Sehingga pengusaha bisa mengambil langkah konkret, terutama sektor pariwisata.
Semua kebijakan, kata dia, mesti dilakukan secara terukur. Jangan sampai, ada salah satu pihak yang selalu disalahkan bila terjadi kenaikan kasus COVID-19. "Setelah libur panjang, sektor pariwisata selalu menjadi yang disalahkan bila terjadi kenaikan kasus COVID-19. Apa iya," jelas dia. Baca juga: PPKM Kurang Efektif, Perlu Lockdown untuk Tekan Covid-19
Budi juga menyoroti pelaksaan PPKM tahap pertama. Di mana, pelaksanaanya dinilai kurang efektif, terutama pada pembatasan buka tutup jalan. Banyak jalan ditutup pada malam hari, tapi pada siang hari banyak cafe atau tempat lainnya terjadi kerumunan. Mestinya lebih ditingkatkan pengawasan dan penindakan. Budi mengusulkan, mestinya pemerintah lebih fokus pada membangun imunitas bagi masyarakat. Misalnya memberi vitamin kepada masyarakat, seiring program vaksinasi COVID-19.
Semua kebijakan, kata dia, mesti dilakukan secara terukur. Jangan sampai, ada salah satu pihak yang selalu disalahkan bila terjadi kenaikan kasus COVID-19. "Setelah libur panjang, sektor pariwisata selalu menjadi yang disalahkan bila terjadi kenaikan kasus COVID-19. Apa iya," jelas dia. Baca juga: PPKM Kurang Efektif, Perlu Lockdown untuk Tekan Covid-19
Budi juga menyoroti pelaksaan PPKM tahap pertama. Di mana, pelaksanaanya dinilai kurang efektif, terutama pada pembatasan buka tutup jalan. Banyak jalan ditutup pada malam hari, tapi pada siang hari banyak cafe atau tempat lainnya terjadi kerumunan. Mestinya lebih ditingkatkan pengawasan dan penindakan. Budi mengusulkan, mestinya pemerintah lebih fokus pada membangun imunitas bagi masyarakat. Misalnya memberi vitamin kepada masyarakat, seiring program vaksinasi COVID-19.
(don)
Lihat Juga :