Angka Kematian Ibu dan Bayi di Bandung Masih Tinggi, Ini Penyebabnya
Rabu, 20 Januari 2021 - 05:30 WIB
Menurut Ahyani, ada beberapa faktor penyebab kematian Ibu dan bayi. Di antaranya yaitu usia ibu terlalu muda, tidak ikut KB, masalah gizi, dan juga dilihat dari faktor sosial. Seperti pekerjaan suami, pendidikan ibu dan suami, dan masalah pembiayaan.
"Penyelesaian masalah kematian ibu dan anak ini tidak bisa diselesaikan oleh satu sektor aja, tapi harus diselesaikan oleh berbagai sektor sesuai fungsinya," kata dia, Selasa (19/1/2021).
Baca juga: Kasus Positif COVID-19 Selama PPKM di Cimahi Turun dan Angka Kesembuhan Naik
Salah satu upaya pencegahan kematian yaitu mengikuti program Keluarga Berencana (KB) dan Keluarga Berencana Pasca Persalinan (KBPP). Menurutnya, KB adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak, dan usia ideal melahirkan. Sedangkan KBPP bertujuan untuk mengatur jarak kelahiran/kehamilan dan menghindari kehamilan yang tidak diinginkan.
Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Nina Rachman menyebut, untuk menekan angka kematian supaya lebih kecil yaitu dengan cara mencegah sejak dini kehamilan yang berisiko.
"Penyelesaian masalah kematian ibu dan anak ini tidak bisa diselesaikan oleh satu sektor aja, tapi harus diselesaikan oleh berbagai sektor sesuai fungsinya," kata dia, Selasa (19/1/2021).
Baca juga: Kasus Positif COVID-19 Selama PPKM di Cimahi Turun dan Angka Kesembuhan Naik
Salah satu upaya pencegahan kematian yaitu mengikuti program Keluarga Berencana (KB) dan Keluarga Berencana Pasca Persalinan (KBPP). Menurutnya, KB adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak, dan usia ideal melahirkan. Sedangkan KBPP bertujuan untuk mengatur jarak kelahiran/kehamilan dan menghindari kehamilan yang tidak diinginkan.
Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Nina Rachman menyebut, untuk menekan angka kematian supaya lebih kecil yaitu dengan cara mencegah sejak dini kehamilan yang berisiko.
Lihat Juga :