Pengungsi Erupsi Merapi di Sleman Kembali Berkurang, Tinggal 184 Orang

Selasa, 19 Januari 2021 - 11:57 WIB
“Hingga saat ini memang banyak pengungsi yang pulang. Kebanyakan dari kelompok usia dewasa,” kata Panewu Cangkringan, Sleman, Suparmono, Selasa (19/1/2021).

Suparmono menjelaskan meski potensi bahaya erupsi Merapi ada perubahan ke sektor selatan-barat daya dan pengungsi bisa pulang ke rumah. Namun tetap mengimbau agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan. Dan kelompok lansia tetap di pengungsian Sebab status gunung Merapi masih level III atau siaga. “Saat ini logistik untuk pengungsi masih mencukupi, termasuk kesehatan pengungsi terus dipantau,” paparnya.

Warga Kalitengan Lor tersebut mengungsi sejak 7 November 2020, setelah Balau Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegempaan Vulkanologi ( BPPTKG ) menetapkan status Merapi dari level II (waspada) ke level III (siaga), 5 November 2021. Atas perubahan status tersebut, merekomendasikan radius aman 5 kilometer (km) dari puncak Merapi, sehingga warga yang bermukim di daerah yang kurang dari 5 km harus diungsikan.

Karena Kalitengan Lor jaraknya kurang dari 5 km dari puncak Merapi, maka warganya, terutama kelompok rentan (lansis, balita, anak-anak, bayi, ibu hamil, ibu menyusui dan disabilitas) diungsikan ke barak pengungsian Glagarharjo, Cangkringan. Baca juga: Merapi Terus Keluarkan Lava Pijar, Pengungsi di Sleman Menurun, Pulang ke Rumah?

Pemkab Sleman sendiri bersama BPPtKG dan stakeholder akan membahas pengusian ini, Selasa (19/1/2021) pukul 13.00 WIB di pemkab Sleman. Apakah tetap mempeertahankan atau memperbolehkan pulang.
(don)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!