Ombudsman Minta Dinas Kesehatan Kendalikan Tarif Rapid-Swab Test
Selasa, 19 Januari 2021 - 06:23 WIB
Untuk itu, Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jateng, Siti Farida, meminta keterangan Kepala Dinas Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo dan jajaran terkait tata kelola penyelenggaraan pelayanan kesehatan.
“Mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, tidak dapat dilakukan secara terpisah. Perlu kerja sama dari semua pihak. Termasuk Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah yang merupakan lembaga pengawas pelayanan publik,” kata Farida, Senin (18/1/2021). Baca juga: 25 Relawan Uji Klinis Vaksin Sinovac Positif COVID-19, Ini Kata Ridwan Kamil
“Sebagai contoh, terkait penyelenggaraan pelayanan vaksinasi . Peran strategis, tidak hanya melekat pada Dinas Kesehatan maupun Balai Besar POM. Namun, juga dibutuhkan peran dari kepala daerah untuk memastikan bahwa penyelenggaraan pelayanan vaksinasi maupun pelayanan kesehatan lainnya telah berjalan dengan baik,” lugasnya.
Pihaknya juga meminta semua pihak terlibat aktif dalam pengawasan penyelenggaraan pelayanan kesehatan, termasuk dalam vaksinasi terhadap tenaga kesehatan. Meski masih terdapat tenaga medis yang belum mendapat vaksinasi, baik dikarenakan pertimbangan medis maupun faktor lain seperti jadwal praktik, namun Farida tetap percaya bahwa komitmen yang baik dapat dijalankan tenaga medis.
“Mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, tidak dapat dilakukan secara terpisah. Perlu kerja sama dari semua pihak. Termasuk Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah yang merupakan lembaga pengawas pelayanan publik,” kata Farida, Senin (18/1/2021). Baca juga: 25 Relawan Uji Klinis Vaksin Sinovac Positif COVID-19, Ini Kata Ridwan Kamil
“Sebagai contoh, terkait penyelenggaraan pelayanan vaksinasi . Peran strategis, tidak hanya melekat pada Dinas Kesehatan maupun Balai Besar POM. Namun, juga dibutuhkan peran dari kepala daerah untuk memastikan bahwa penyelenggaraan pelayanan vaksinasi maupun pelayanan kesehatan lainnya telah berjalan dengan baik,” lugasnya.
Pihaknya juga meminta semua pihak terlibat aktif dalam pengawasan penyelenggaraan pelayanan kesehatan, termasuk dalam vaksinasi terhadap tenaga kesehatan. Meski masih terdapat tenaga medis yang belum mendapat vaksinasi, baik dikarenakan pertimbangan medis maupun faktor lain seperti jadwal praktik, namun Farida tetap percaya bahwa komitmen yang baik dapat dijalankan tenaga medis.
(don)
Lihat Juga :