Proyek Tol Cisumdawu Masih Terganjal Persoalan Pembebasan Lahan
Jum'at, 15 Januari 2021 - 21:33 WIB
Pembangunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdau) sebagai akses utama menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kertajati, Majalengka hingga kini masih terkendala persoalan pembebasan lahan. SINDOnews/Agung
BANDUNG - Pembangunan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdau) sebagai akses utama menuju Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kertajati, Majalengka hingga kini masih terkendala persoalan pembebasan lahan .
Kondisi tersebut mengakibatkan upaya percepatan pembangunan jalan tol yang akan membentang sepanjang 61,6 kilometer dari Cileunyi, Kabupaten Bandung hingga Dawuan, Kabupaten Majalengka itu terhambat.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar, Hery Antasari mengungkapkan, persoalan pembebasan lahan, terutama terjadi di seksi VI B. Menurut Hery, jika persoalan tersebut tuntas awal 2021 ini, maka pekerjaan kontruksi dapat segera dilakukan. "Ini proses kontruksinya lagi dikejar," ujar Hery di Bandung, Jumat (15/1/2021).
Meski begitu, lanjut Hery, berdasarkan informasi yang didapatnya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pembangunan Tol Cisumdawu tetap ditargetkan rampung 2021 ini. "PUPR menyampaikan (Tol Cisumdawu) 2021 selesai," ungkap Hery.
Kondisi tersebut mengakibatkan upaya percepatan pembangunan jalan tol yang akan membentang sepanjang 61,6 kilometer dari Cileunyi, Kabupaten Bandung hingga Dawuan, Kabupaten Majalengka itu terhambat.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar, Hery Antasari mengungkapkan, persoalan pembebasan lahan, terutama terjadi di seksi VI B. Menurut Hery, jika persoalan tersebut tuntas awal 2021 ini, maka pekerjaan kontruksi dapat segera dilakukan. "Ini proses kontruksinya lagi dikejar," ujar Hery di Bandung, Jumat (15/1/2021).
Meski begitu, lanjut Hery, berdasarkan informasi yang didapatnya dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pembangunan Tol Cisumdawu tetap ditargetkan rampung 2021 ini. "PUPR menyampaikan (Tol Cisumdawu) 2021 selesai," ungkap Hery.
Lihat Juga :