Lindungi Aset Sejarah Makassar, Ranperda Kota Tua Digodok
Rabu, 13 Januari 2021 - 12:21 WIB
Wahab mengatakan, penetapan Ranperda tentang Kota Tua tersebut setidaknya mempertimbangkan dua versi peninggalan, yaituberkaitan dengan Belanda dan Kerajaan Gowa-Tallo.
Rencananya wilayah tersebut mencakup sebagian besar Barat Kota, dimana untuk versi Gedung Belanda mencakup pusat kota menuju Barat hingga Kecamatan Mariso. Sementara Batas Utara mencakup Jalan Sulawesi Kelurahan Pattunuang dan Selatan Mencapai Mattoanging. Sementara versi Gowa-Tallo mencakup wilayah yang lebih luas yaitu dari Sungai Tallo hingga Je'ne Berang.
Baca Juga: Ranperda Pembangunan Apartemen Bakal Dirampungkan Tahun Ini
Wahab mengatakan, esensi dari penetapan ranperda tersebut agar bangunan-bangunan tua dan kawasan sejarah dapat terlindungi. Masyarakat yang ingin membangun di kawasan sejarah setidaknya akan dikenakan izin khusus untuk membatasi pembangunan.
Beberapa gedung sejarah yang mengalami perombakan atau beralih fungsi juga diharapkan tak dilanjutkan dengan adanya ranperda tersebut. Sebagai contoh, SMPN 5 Makassar yang dianggap pernah menjadi sekolah peranakan pertama bagi etnis Tionghoa Makasaar.
Rencananya wilayah tersebut mencakup sebagian besar Barat Kota, dimana untuk versi Gedung Belanda mencakup pusat kota menuju Barat hingga Kecamatan Mariso. Sementara Batas Utara mencakup Jalan Sulawesi Kelurahan Pattunuang dan Selatan Mencapai Mattoanging. Sementara versi Gowa-Tallo mencakup wilayah yang lebih luas yaitu dari Sungai Tallo hingga Je'ne Berang.
Baca Juga: Ranperda Pembangunan Apartemen Bakal Dirampungkan Tahun Ini
Wahab mengatakan, esensi dari penetapan ranperda tersebut agar bangunan-bangunan tua dan kawasan sejarah dapat terlindungi. Masyarakat yang ingin membangun di kawasan sejarah setidaknya akan dikenakan izin khusus untuk membatasi pembangunan.
Beberapa gedung sejarah yang mengalami perombakan atau beralih fungsi juga diharapkan tak dilanjutkan dengan adanya ranperda tersebut. Sebagai contoh, SMPN 5 Makassar yang dianggap pernah menjadi sekolah peranakan pertama bagi etnis Tionghoa Makasaar.
Lihat Juga :