Korban Sriwijaya Air, Amin Dikenal Bersahaja, Baru Pulang Memakamkan Ayahnya di Ponorogo
Selasa, 12 Januari 2021 - 12:41 WIB
Namun nasib berkata lain, pesawat yang mereka tumpangi beserta 51 orang penumpang lain dan 12 kru pesawat jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara beberapa saat setelah lepas landas menuju Pontianak.
Duka mendalam dirasakan keluarga dan rekan-rekan Amin. Terlebih Amin selama ini dikenal sebagai sosok yang bersahaja, selalu taat beribadah dan selalu membantu orang-orang yang membutuhkan.
“Saat kuliah Amin itu orangnya ringan tangan (rela membantu) dan kalem. Dia juga sabar, enggak gampang tersulut emosinya" kata Sugeng dan Soleh teman seangkatan Amin saat menempuh kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (12/1/2021).
Keduanya juga menambahkan, bahwa Amin adalah orang yang tidak pernah membeda-bedakan orang dalam pergaulan, apapun latar belakangnya. “Orangnya senang berteman kesemua orang, tidak ada itu namanya grup-grupan,” ujar Sugeng dan Soleh yang baru mengetahui musibah ini dari pemberitaan di media.
Amin memang memiliki latar berlatar pendidikan agama yang cukup kuat. Pria sulung dari enam bersaudara ini lahir di lingkungan pesantren. Setelah mendapatkan gelar Sarjana Sosial, pada tahun 1998, ia memutuskan hijrah ke Pontianak untuk mengabdikan diri sebagai pengajar di Pondok Pesantren Darussalam Sengkubang, Pontianak. Sementara, Agus Winarni, istri Amin adalah guru SMA Negeri 1 Mempawah Hilir.
Duka mendalam dirasakan keluarga dan rekan-rekan Amin. Terlebih Amin selama ini dikenal sebagai sosok yang bersahaja, selalu taat beribadah dan selalu membantu orang-orang yang membutuhkan.
“Saat kuliah Amin itu orangnya ringan tangan (rela membantu) dan kalem. Dia juga sabar, enggak gampang tersulut emosinya" kata Sugeng dan Soleh teman seangkatan Amin saat menempuh kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (12/1/2021).
Keduanya juga menambahkan, bahwa Amin adalah orang yang tidak pernah membeda-bedakan orang dalam pergaulan, apapun latar belakangnya. “Orangnya senang berteman kesemua orang, tidak ada itu namanya grup-grupan,” ujar Sugeng dan Soleh yang baru mengetahui musibah ini dari pemberitaan di media.
Amin memang memiliki latar berlatar pendidikan agama yang cukup kuat. Pria sulung dari enam bersaudara ini lahir di lingkungan pesantren. Setelah mendapatkan gelar Sarjana Sosial, pada tahun 1998, ia memutuskan hijrah ke Pontianak untuk mengabdikan diri sebagai pengajar di Pondok Pesantren Darussalam Sengkubang, Pontianak. Sementara, Agus Winarni, istri Amin adalah guru SMA Negeri 1 Mempawah Hilir.
(shf)
Lihat Juga :