Kisah Cinta Bertepuk Sebelah Tangan di Kasus Pembantaian Temanggung
Jum'at, 15 Mei 2020 - 07:32 WIB
Pelaku nekat melakukan tindakan keji itu, karena korban hendak memutuskan cintanya. FOTO : IST
TEMANGGUNG - Pembantaian terhadap ibu muda dan anak balitanya dilatarbelakangi kisah cinta bertepuk sebelah tangan. Pelaku nekat melakukan tindakan keji itu, karena korban hendak memutuskan cintanya.
Korban adalah Ernawati (25), warga Desa Tleter RT 2/1 Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung , serta anaknya NVA (5). Ernawati saat ini masih belum sadar dan masih perawatan di RST Magelang, sementara anaknya meninggal dunia.
Sementara pelaku diketahui bernama Supriyadi (38) alias Gareng, warga Desa Tleter RT 1/1 Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung . Buruh pembuatan batako itu belum pernah memiliki catatan hukum.
"Tersangka marah karena korban tidak mau bercerai dengan suaminya dan tidak mau menikahi tersangka dan mau memutuskan hubungan dengan tersangka," kata Kapolres Temanggung AKBP Muhammad Ali, Kamis (14/5/2020).
Korban adalah Ernawati (25), warga Desa Tleter RT 2/1 Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung , serta anaknya NVA (5). Ernawati saat ini masih belum sadar dan masih perawatan di RST Magelang, sementara anaknya meninggal dunia.
Sementara pelaku diketahui bernama Supriyadi (38) alias Gareng, warga Desa Tleter RT 1/1 Kecamatan Kaloran Kabupaten Temanggung . Buruh pembuatan batako itu belum pernah memiliki catatan hukum.
"Tersangka marah karena korban tidak mau bercerai dengan suaminya dan tidak mau menikahi tersangka dan mau memutuskan hubungan dengan tersangka," kata Kapolres Temanggung AKBP Muhammad Ali, Kamis (14/5/2020).
Lihat Juga :