Orang Liburan yang Bikin Covid-19 di DKI Melonjak, Bukan Acara Habib Rizieq dan Aksi Demo

Sabtu, 09 Januari 2021 - 14:46 WIB
Setelah itu, lanjut Anies, terjadi lonjakan signifikan di bulan Agustus. Pasalnya di bulan itu ada cuti bersama ada liburan cukup panjang yakni 15-17 Agustus dan 20-23 Agustus. (Baca juga: Selama Pandemi Covid-19, Anies Baswedan: 17.000 Angka Tertinggi )

“Sehingga banyak yang berlibur di periode 15-22 Agustus. Dan apa yang terjadi? Dua minggu setelah libur panjang penambahan kasus jarian dan aktif melonjak. September dalam 11 hari pertama, 30 Agustus – 11 September kasus aktif melonjak adalah sebanyak 49% dari 7960 menjadi 11.824 kasus. Bahkan kematiannya loncat menjadi 17%,” ungkapnya.

DKI lalu mengambil langkah tegas untuk menarik rem darurat yang diumumkan pada 9 September 2020. Dimana PSBB transisi dihentikan dan dikembalikan ke status PSBB.

“Ketika mengambil kebijakan PSBB di bulan September lalu mulai melandai. Kalau saja kita membiarkan tidak melakukan intervensi grafik ini bisa naik terus ke atas. Yang terjadi melandai. Bahkan kemudian kita menyaksikan adanya penurunan yang cukup signifikan,” tuturnya.

Anies menyebut periode 11-16 Oktober merupakan waktu yang cukup mengkhawatirkan. Pasalnya banyak demonstrasi terjadi di Jakarta. Namun begitu ternyata hal ini tidak membuat aksus Covid-19 di DKI Jakarta melonjak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!