Harga Cabai Meroket, Petani Blitar: Yang Paling Untung Pedagang
Jum'at, 08 Januari 2021 - 00:05 WIB
Untuk tanaman padi, anomali cuaca bukan halangan. Begitu juga untuk pertumbuhan benih jagung. Karenanya sebagian besar petani di Blitar saat itu, memilih bercocok tanam padi. Sebagian lagi menebar benih jagung. "Tapi saya sengaja pilih cabai," kata Supri yang mengaku nekat memberanikan diri. Bagi sebagian petani di Kabupaten Blitar, menanam cabai tidak mudah. Perawatan cabai terkenal rumit.
Juga mengandung resiko gagal panen yang tinggi. Apalagi pada situasi anomali cuaca. Yakni panas berseling hujan. Ongkos produksi cabai juga relatif mahal. Setidaknya lebih mahal dibanding tanaman padi dan jagung. Supri tahu hal itu. Tapi dirinya sengaja memilih tidak menanam padi dan jagung. Ia memiliki pengalaman buruk. Dua kali menanam, ia gagal panen.
(Baca juga: Anaknya Dibawa Kabur, Ibu Cantik Ini Polisikan Mantan Suami )
Sebelum masuk musim panen, tanamam padi dan jagungnya ludes digasak wabah tikus. Pikir Supri, cabai pedas dan tikus tidak akan doyan. "Pikiran saya yang penting tidak diserbu tikus. Karena sepanjang tahun 2020 wabah tikus tidak ada habis habisnya," kata Supri. Saat ini harga cabai rawit di pasar tradisional Kabupaten Blitar rata rata Rp 75 ribu per kilogram.
Di beberapa tempat, ada yang tembus hingga Rp 80 ribu per kilogram. Supri enggan cerita, berapa ongkos produksi dan perawatan yang sudah ia keluarkan. Dengan harga cabai rawit tembus Rp 75 ribu per kilogram di pasar, kata Supri, petani sudah untung lumayan. Namun dalam hal ini yang lebih beruntung lagi menurut dia adalah pedagang. Pedagang tidak pernah menanam. Juga tidak pernah merasakan sulitnya merawat tanaman.
Juga mengandung resiko gagal panen yang tinggi. Apalagi pada situasi anomali cuaca. Yakni panas berseling hujan. Ongkos produksi cabai juga relatif mahal. Setidaknya lebih mahal dibanding tanaman padi dan jagung. Supri tahu hal itu. Tapi dirinya sengaja memilih tidak menanam padi dan jagung. Ia memiliki pengalaman buruk. Dua kali menanam, ia gagal panen.
(Baca juga: Anaknya Dibawa Kabur, Ibu Cantik Ini Polisikan Mantan Suami )
Sebelum masuk musim panen, tanamam padi dan jagungnya ludes digasak wabah tikus. Pikir Supri, cabai pedas dan tikus tidak akan doyan. "Pikiran saya yang penting tidak diserbu tikus. Karena sepanjang tahun 2020 wabah tikus tidak ada habis habisnya," kata Supri. Saat ini harga cabai rawit di pasar tradisional Kabupaten Blitar rata rata Rp 75 ribu per kilogram.
Di beberapa tempat, ada yang tembus hingga Rp 80 ribu per kilogram. Supri enggan cerita, berapa ongkos produksi dan perawatan yang sudah ia keluarkan. Dengan harga cabai rawit tembus Rp 75 ribu per kilogram di pasar, kata Supri, petani sudah untung lumayan. Namun dalam hal ini yang lebih beruntung lagi menurut dia adalah pedagang. Pedagang tidak pernah menanam. Juga tidak pernah merasakan sulitnya merawat tanaman.
Lihat Juga :