Masyarakat Jateng Diajak Bertahan di Rumah 1 Bulan, Ganjar: Kita Mesti Berkorban
Kamis, 07 Januari 2021 - 17:21 WIB
Ganjar menyatakan, kalau dalam satu bulan masyarakat bisa displin dan berada di rumah dan hasilnya lebih baik dari saat ini, maka kepentingan bersama dalam upaya penanganan dan pencegahan COVID-19 ke depan bisa berjalan lebih baik.
"Kita mesti berkorban di awal untuk investasi ke depan. Ingat lo, kita berlajarnya sudah lama. Satu tahun kita belajar, masak belajarnya lama-lama," ujarnya.
Menurut Ganjar, dalam implementasi PKM, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tinggal memetakan ulang. Kemudian diterapkan dengan mikro zonasi dan melakukan edukasi serta operasi yustisi secara paralel.
"Kita coba ajak tokoh masyarakat, agama, kalangan mileniel untuk kembali cerewet guna memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat agar bisa menjaga prokes (prtokol kesehatan) COVID-19," ucapnya.
Terkait penanganan dampak ekonomi akibat COVID-19, Ganjar menyatakan, dalam kondisi jumlah kasus yang meningkat, harus mengambil skala. "Kalau kondisi sudah seperti ini, kita harus ambil skala prioritas. Jangan ngomong dampak ekonomi. Jika kita kerja sebelumnya mendapatkan 100.000, kemudian hari ini mendapatkan 20.000 kita harus iklas," katanya.
"Kita mesti berkorban di awal untuk investasi ke depan. Ingat lo, kita berlajarnya sudah lama. Satu tahun kita belajar, masak belajarnya lama-lama," ujarnya.
Menurut Ganjar, dalam implementasi PKM, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tinggal memetakan ulang. Kemudian diterapkan dengan mikro zonasi dan melakukan edukasi serta operasi yustisi secara paralel.
"Kita coba ajak tokoh masyarakat, agama, kalangan mileniel untuk kembali cerewet guna memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat agar bisa menjaga prokes (prtokol kesehatan) COVID-19," ucapnya.
Terkait penanganan dampak ekonomi akibat COVID-19, Ganjar menyatakan, dalam kondisi jumlah kasus yang meningkat, harus mengambil skala. "Kalau kondisi sudah seperti ini, kita harus ambil skala prioritas. Jangan ngomong dampak ekonomi. Jika kita kerja sebelumnya mendapatkan 100.000, kemudian hari ini mendapatkan 20.000 kita harus iklas," katanya.
Lihat Juga :