Khofifah Dorong Pasar Tradisional Terapkan Ganjil Genap
Kamis, 14 Mei 2020 - 19:21 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Foto/SINDOnews/Dok
SURABAYA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) terus melakukan langkah untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Jatim. Salah satunya dengan menerapkan sistem ganjil genap di sejumlah pasar tradisional.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, langkah itu dilakukan sebagai bentuk penerapan physical distancing atau jaga jarak untuk mencegah penularan COVID-19. (Baca juga: Pasar Tradisional Ditata Ulang untuk Putus Mata Rantai Covid-19 )
Nantinya, setiap pedagang atau toko ditentukan ganjil atau genap. Mereka boleh menjajakan dagangannya secara bergantian. Jika hari ini pedagang dengan urutan ganjil yang buka, maka hari berikutnya mereka harus tutup. Giliran pedagang urutan genap yang boleh menjual dagangannya.
“Kami juga akan menerapkan format pasar dengan model berjarak. Format tersebut mengadopsi seperti halnya pasar di Vietnam,” kata dia di Gedung Negara Grahadi, Kamis (14/5/2020).
Menurut Khofifah, langkah mengatur kedisiplinan di pasar ini selain untuk memutar roda ekonomi rakyat, sekaligus memotong rantai penularan COVID-19 di pasar-pasar.
Sebab, adanya fenomena klaster di Jatim harus segera ditangani. Saah satunya juga memutus rantainya di pasar-pasar. “Kalau dilihat munculnya klaster-klaster ini, kalau tidak segera dilakukan penanganan secara efektif terutama di pasar pasar maka lebih lama,” kata dia.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, langkah itu dilakukan sebagai bentuk penerapan physical distancing atau jaga jarak untuk mencegah penularan COVID-19. (Baca juga: Pasar Tradisional Ditata Ulang untuk Putus Mata Rantai Covid-19 )
Nantinya, setiap pedagang atau toko ditentukan ganjil atau genap. Mereka boleh menjajakan dagangannya secara bergantian. Jika hari ini pedagang dengan urutan ganjil yang buka, maka hari berikutnya mereka harus tutup. Giliran pedagang urutan genap yang boleh menjual dagangannya.
“Kami juga akan menerapkan format pasar dengan model berjarak. Format tersebut mengadopsi seperti halnya pasar di Vietnam,” kata dia di Gedung Negara Grahadi, Kamis (14/5/2020).
Menurut Khofifah, langkah mengatur kedisiplinan di pasar ini selain untuk memutar roda ekonomi rakyat, sekaligus memotong rantai penularan COVID-19 di pasar-pasar.
Sebab, adanya fenomena klaster di Jatim harus segera ditangani. Saah satunya juga memutus rantainya di pasar-pasar. “Kalau dilihat munculnya klaster-klaster ini, kalau tidak segera dilakukan penanganan secara efektif terutama di pasar pasar maka lebih lama,” kata dia.
Lihat Juga :