Masih Diverifikasi, Kabupaten Blitar Kembali Tunda Pembelajaran Sekolah Tatap Muka

Senin, 04 Januari 2021 - 13:17 WIB
Pada 23 November 2020 lalu, Pemkab Blitar melalui dinas pendidikan menyatakan siap menerapkan PTM pada awal tahun 2021. Seluruh lembaga sekolah telah mengubah diri sebagai sekolah tangguh. Guru dan wali murid juga menyatakan kesetujuannya. Sehingga sekolah siap meninggalkan sistem belajar daring atau online.

Namun pada awal tahun 2021 ini rencana PTM tersebut, kata Budi Kusuma belum bisa direalisasikan. "Rencana PTM harus melalui prosedur yang sesuai dengan SKB 4 menteri," kata Budi Kusumarjaka. Sesuai ketentuan SKB 4 menteri, sekolah diantaranya harus menyiapkan sarana prasarana protokol kesehatan COVID-19.

(Baca juga: Tiba di Surabaya, Vaksin Covid-19 Mendapat Kawalan Ketat )

Kemudian membuat skenario PTM, mendapat ijin dari komite atau wali murid, serta mengajukan proposal kesiapan ke dinas pendidikan. "Proposal kesiapan tersebut kemudian akan diverifikasi oleh dinas pendidikan," terang Budi Kusumarjaka. Menurut Budi Kusumarjaka, sejauh ini baru ada tujuh sekolah yang mengajukan proposal.

Ketujuh sekolah tersebut menyatakan siap melaksanakan PTM. "Dan semuanya masih dalam proses verifikasi," tambah Budi Kusumarjaka. Sementara tercatat hingga 3 Januari 2021, jumlah kasus positif COVID-19 di Kabupaten Blitar mencapai 2.075 kasus. Perinciannya, 1.693 orang sembuh, 149 orang meninggal dunia, 98 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan selebihnya diisolasi.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!