Kecelakaan Pasar Minggu, Psikolog: Penyelidikan Jangan Cuma Fokus pada Satu Tersangka

Senin, 28 Desember 2020 - 15:06 WIB
Lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu meminta kepolisian tidak hanya mengandalkan satu rekaman closed-circuit television (CCTV). Kasus ini harus dirunut ke belakang hingga ke titik awal perjumpaan kedua pengemudi tersebut. (Baca juga: Kecelakaan Maut Pasar Minggu, Dirlantas Sebut Bila Ditemukan Bukti Baru Aiptu IC Bisa Jadi Tersangka)

“Cermati kondisi masing-masing pengemudi. Misalnya, kemungkinan pengaruh miras, narkoba, kurang tidur, kepribadian (agresif menetap maupun sesaat), dan pola pengekspresian amarah. Juga cek faktor situasi, yakni cuaca, kondisi mesin, posisi kendaraan-kendaraan lain, dan interaksi antara dua pengemudi tersebut,” tuturnya.

Pria kelahiran 1974 itu menilai pengecekan terhadap interaksi antara individu itu relevan mengingat road rage lazimnya didahului provokasi eksternal. Ini untuk melihat siapa yang memulai provokasi dan bagaimana respon dari pengemudi lainnya. (Baca juga:Tersangka Kecelakaan Maut Pasar Minggu Laporkan Dugaan Pemukulan ke Polres Jaksel)

“Apakah perilaku salah satu dalam situasi tersebut sesuai atau justru bertentangan dengan statusnya selaku anggota kepolisian? Jadi dalam kasus road rage Pasar Minggu adakah kemungkinan bahwa bukan hanya satu, tapi dua pengemudi seharusnya bertanggung jawab?” pungkasnya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!