Tolak Rapid Test, Pedagang Sayur di Malang Marahi Polisi

Kamis, 14 Mei 2020 - 12:41 WIB
Rapid test COVID-19 di Pasar Sayur Kapangploso, Malang, Jawa Timur diwarnai ketegangan. Seorang pedagang memarahi polisi dan menolak ikut rapid test. Foto/iNews TV/Deni Irwansyah
MALANG - Rapid test COVID-19 yang dilakukan secara massal oleh petugas di Pasar Sayur Kapangploso, Malang, Jawa Timur sempat diwarnai ketegangan. Seorang pedagang yang suhu tubuhnya 38 derajat Celicius memarahi polisi dan menolak ikut tes cepat atau rapid test. Petugas melakukan rapid test massal karena sebelumnya 3 pedagang positif terinfeksi COVID-19, di mana 2 meninggal dunia dan 1 sembuh.

Dengan dilengkapi alat pelindung diri (APD), petugas kesehatan dari Puskesmas Karangploso didampingi kepolisian serta personel TNI melakukan rapid test secara acak. Selain itu, rapid test ini digelar untuk mengantisipasi transmisi lokal, mengingat sudah ada 2 orang pedagang positif COVID-19 yang meninggal di wilayah tersebut. (Baca juga: Sadis, Gadis Cantik Dibantai di Depan Teman Prianya oleh Kakak Beradik)



Terlebih Pasar Karangploso merupakan salah satu penyuplai sayur dari petani langsung yang kemudian dikirim dan disebar ke beberapa kota di Jawa Timur. (Baca juga: Budak Sabu asal Mendawai Dibekuk, Modus Disimpan di Kotak Kabel Data)

Dengan membawa alat pengukur suhu tubuh, petugas kesehatan melakukan tes suhu tubuh kepada setiap pedagang di dalam pasar. Beberapa pedagang yang kedapatan memiliki suhu tubuh di atas 37 derajat langsung dibawa ke tempat steril untuk dilakukan rapid test.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!