Disperindag KBB Lakukan Ini untuk Antisipasi Peredaran Daging Babi Jelang Lebaran
Rabu, 13 Mei 2020 - 21:04 WIB
Kepala Disperindag KBB Ricky Riyadi. Foto/SINDOnews/Adi Haryanto
BANDUNG BARAT - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran daging di sejumlah pasar tradisional.
Hal ini sebagai antisipasi masuknya daging babi yang diolah seperti daging sapi seperti ditemukan di Kabupaten Bandung yang dapat merugikan konsumen. (BACA JUGA: 7 Bulan Beroperasi, Daging Babi Sudah Beredar di Tiga Kecamatan )
"Sebagai daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung jelas kami cukup was-was dengan kejadian tersebut. Makanya kami sudah instruksikan ke seluruh petugas di lapangan (pasar) agar mengawasi distribusi dan penjualan daging," kata Kepala Disperindag KBB Ricky Riyadi di Ngamprah, Rabu (13/5/2020).
Ricky menyebutkan, pascaadanya temuan kasus tersebut pihaknya langsung meningkatkan pengawasan di semua pasar. Bersama Dinas Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) KBB, pengecekan dilakukan lebih intensif agar jangan sampai kecolongan. Terlebih sekarang momentum menjelang lebaran dimana permintaan terhadap daging pasti tinggi.
Pengecekan dilakukan petugas dari Disperindag dan Disnakan dengan menyasar kios-kios daging di setiap pasar. Namun, jika ada indikasi peredaran daging babi, pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan Satgas Pangan.
Di wilayah KBB terdapat total sekitar 170 pedagang daging yang tersebar di sejumlah pasar tradisional. Mereka juga diminta aktif untuk melaporkan jika ada hal-hal yang mencurigakan. (BACA JUGA: Pastikan Lebaran Aman, Pemkab Bandung Sebut Daging Babi Belum Beredar Luas )
Hal ini sebagai antisipasi masuknya daging babi yang diolah seperti daging sapi seperti ditemukan di Kabupaten Bandung yang dapat merugikan konsumen. (BACA JUGA: 7 Bulan Beroperasi, Daging Babi Sudah Beredar di Tiga Kecamatan )
"Sebagai daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung jelas kami cukup was-was dengan kejadian tersebut. Makanya kami sudah instruksikan ke seluruh petugas di lapangan (pasar) agar mengawasi distribusi dan penjualan daging," kata Kepala Disperindag KBB Ricky Riyadi di Ngamprah, Rabu (13/5/2020).
Ricky menyebutkan, pascaadanya temuan kasus tersebut pihaknya langsung meningkatkan pengawasan di semua pasar. Bersama Dinas Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) KBB, pengecekan dilakukan lebih intensif agar jangan sampai kecolongan. Terlebih sekarang momentum menjelang lebaran dimana permintaan terhadap daging pasti tinggi.
Pengecekan dilakukan petugas dari Disperindag dan Disnakan dengan menyasar kios-kios daging di setiap pasar. Namun, jika ada indikasi peredaran daging babi, pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan Satgas Pangan.
Di wilayah KBB terdapat total sekitar 170 pedagang daging yang tersebar di sejumlah pasar tradisional. Mereka juga diminta aktif untuk melaporkan jika ada hal-hal yang mencurigakan. (BACA JUGA: Pastikan Lebaran Aman, Pemkab Bandung Sebut Daging Babi Belum Beredar Luas )
Lihat Juga :