Kejari Luwu Utara Berhasil Selamatkan Uang Negara Rp2 Miliar

Kamis, 17 Desember 2020 - 20:54 WIB
"Perkara ini masuk di PN pada tanggal 5 Juni 2020 lalu, dan pada tanggal 2 Desember lalu, telah dibacakan putusanya, namun itu harus menunggu 14 hari kemudian untuk memperoleh kekuatan hukum tetap apabila tidak ada pihak yang keberatan," lanjut Haedar.

Haedar menjelaskan, orang tua pasien mengugat Hariadi, dengan berapa tuntutan, di mana tergugat dituntut telah melakukan perbuatan melawan hukum, menghukum tergugat untuk membayar ganti kerugian materil sebesar Rp20.000.000 dan kerugian immateril sebesar Rp2.000.000.000.

Namun, lanjutnya, dalam gugatan ini ditolak oleh majelis hakim, dikarenakan gugatan tersebut tidak dapat membuktikan dalil–dalil yang ada dalam gugatannya.

Kuasa Hukum Direktur RSUD Andi Djemma Masamba, Siryan menjelaskan, benar pada Rabu, (02/12/2020) lalu telah keluar putusan pengadilan yang pada pokoknya menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya, dan membebankan biaya perkara kepada penggugat.

Baca Juga: 5 Komisioner KPU Luwu Utara Optimistis Tak Dijatuhi Sanksi

"Dalam hukum acara perdata dikenal asas actori incumbit prabotio yang pada intinya menurut asas ini siapa yang menggugat dialah yang wajib membuktikan," kata dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!