Andrei Angouw Bakal Jadi Walikota Pertama di Indonesia Beragama Konghucu
Kamis, 10 Desember 2020 - 06:30 WIB
Februari 2016 dia dilantik sebagai Ketua DPRD Sulut menggantikan Steven O E Kandouw yang pada waktu itu maju sebagai calon wakil gubernur Sulut. Sejarah pun tercipta pada waktu itu, karena Andrei Angouw menjadi satu-satunya Ketua DPRD di Indonesia yang beragama Konghucu. (Baca Juga: Turuti Pesan Megawati, Cabup Kediri Putra Pramono Anung Kembali Kenakan Sepatu Taufik Kiemas)
Dirjen Otda, DR Sumarsono yang menghadiri pelantikan pada waktu itu sampai terkagum-kagum. “Saya merasa bahagia, karena ini baru pertama kali saya temukan di Indonesia, Ketua Dewannya beragama Konghuchu. Inimembuktikan keanekaragaman masyarakat Sulawesi Utara berdasarkan Bhinneka Tunggal Ika terus terjaga. Inilah Sulut Hebat, ini akan menjadi contoh tamansari Indonesia yang beraneka ragam tapi kita tetap satu,” kata Sumarsono 2016 silam.
(BACA JUGA : Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah MotoGP )
Andrei pada waktu itu juga menegaskan perbedaan keyakinan, suku dan ras tak jadi halangan untuk mengabdi. “Ini menunjukkan Sulut sebagai daerah yang menghargai pluralisme, tidak ada dikotomi mayoritas dan minoritas," kata Andrei usai menjalani prosesi pelantikan pada waktu itu. (Baca Juga: Jungkalkan Paslon PDIP di Kandang Banteng, Makde Rachmad: Sekarang Kosong-kosong)
Pada Periode 2019-2024, Andrei kembali terpilih sebagai anggota DPRD Sulut dalam Pemilu 2019. Dia pun berhasil mempertahankan posisi Ketua DPRD Sulawesi Utara setelah kembali ditunjuk oleh DPP PDI Perjuangan. Namun, pada 2020 dia mengundurkan diri karena maju sebagai calon walikota Manado.
Dirjen Otda, DR Sumarsono yang menghadiri pelantikan pada waktu itu sampai terkagum-kagum. “Saya merasa bahagia, karena ini baru pertama kali saya temukan di Indonesia, Ketua Dewannya beragama Konghuchu. Inimembuktikan keanekaragaman masyarakat Sulawesi Utara berdasarkan Bhinneka Tunggal Ika terus terjaga. Inilah Sulut Hebat, ini akan menjadi contoh tamansari Indonesia yang beraneka ragam tapi kita tetap satu,” kata Sumarsono 2016 silam.
(BACA JUGA : Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah MotoGP )
Andrei pada waktu itu juga menegaskan perbedaan keyakinan, suku dan ras tak jadi halangan untuk mengabdi. “Ini menunjukkan Sulut sebagai daerah yang menghargai pluralisme, tidak ada dikotomi mayoritas dan minoritas," kata Andrei usai menjalani prosesi pelantikan pada waktu itu. (Baca Juga: Jungkalkan Paslon PDIP di Kandang Banteng, Makde Rachmad: Sekarang Kosong-kosong)
Pada Periode 2019-2024, Andrei kembali terpilih sebagai anggota DPRD Sulut dalam Pemilu 2019. Dia pun berhasil mempertahankan posisi Ketua DPRD Sulawesi Utara setelah kembali ditunjuk oleh DPP PDI Perjuangan. Namun, pada 2020 dia mengundurkan diri karena maju sebagai calon walikota Manado.
(nic)
Lihat Juga :