Empat Remaja Mabuk di Madiun Diduga Konsumsi Pil Koplo

Selasa, 12 Mei 2020 - 22:15 WIB
Untuk memperkuat dugaannya, Aan kemudian menceritakan pengalamanya di masa lalu. Ia mengaku pernah mengkonsumsi miras, obat obatan terlarang, bahkan sabu sabu yang kala itu (2010) harganya masih Rp.500.000 per paket. Termasuk bergaul dengan para pemakai masing masing miras, obat terlarang dan beragam variannya. Sehingga tak heran jika hapal dengan tabiat penggunanya usai mengkonsumsi.

"Pada pengguna pil koplo, habis konsumsi akan nge-flay. Tapi bukan nge-flay enak kayak narkoba lain. Tapi ini flay goblok. Akan diam seperti orang bodoh dengan tatapan kosong dan ngiler ngiler (keluar air liur). Makanya juga sering disebut pil kirik (sebutan untuk anjing)." ceritanya.

Aan menegaskan, yang berbahaya dari pil koplo bukan hanya itu, melainkan juga efek obat itu lebih parah dari sabu sabu. Menurutnya pil koplo akan merusak saraf otak, jika penggunanya sering mengkonsumsinya, bisa putus saraf otaknya.

Sebelum mengakhiri wawancaranya, Aan menantang jurnalis untuk investigasi rantai peredaran pil koplo di kota Madiun yang mayoritas konsumennya anak anak yang salah pergaulan di jalanan.

"Ayo kapan kapan para pewarta ini ke lapangan, pura pura beli obatnya, tak tunjukan titiknya, harganya, biar bisa membuktikan peredaran dan konsumennya," pungkasnya
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!