Pengungsi 10 Desa Tidak Terdampak Erupsi Ile Lewotolok Dipulangkan
Minggu, 06 Desember 2020 - 13:55 WIB
“Logistik yang kita miliki di gudang cukup untuk penanganan para pengungsi erupsi ini. Maka itu, semua warga pengungsi yang belum terdata agar bisa melapor. Karena kita tidak bisa memberikan bantuan tanpa memiliki data yang valid,” tutur Paskalis.
Paskalis juga meminta maaf jika dalam pelayanan Pemda kurang memberikan perhatian kepada para pengungsi yang mungkin saja hingga saat ini belum tersentu bantuan, maupun yang belum terdata agar segera melapor di posko-posko terdekat, atau RT dan RW. Sehingga bantuan dapat diberikan baik yang berada di posko maupun di rumah-rumah keluarga yang ada di kota Lewoleba dan desa-desa yang menampung para pengungsi erupsi.
“Mari bersama pemerintah bergandengan tangan bahu-membahu membantu sanak saudara kita yang tertimpa musibah di saat pandemi seperti ini. Pemerintah tidak bisa berkerja sendiri tanpa adannya sinergi antara pemerintah dan masyarakat,” ajak Paskalis.
Pantauan media ini, pemulangan para pengungsi erupsi Ile Lewotolok ke desa yang tidak terdampak atau tidak berada dalam kawasan rawan bencana (KRB), menggunakan kendaraan Basarnas dan kendaraan milik Pemda Lembata.
Selain itu, Pemda Lembata juga mengevakuasi sejumlah pengungsi yang berada di posko-posko yang tersebar di kota Lewoleba agar menempati posko utama. Hal tersebut, dilakukan agar pemantauan kondisi para pengungsi lingkupnya lebih kecil. Sehingga para pengungsi juga dapat diperhatikan lebih intens baik dari sisi kesehatan, komsumsi dan tempat istirahat para pengungsi. (moruk)
Paskalis juga meminta maaf jika dalam pelayanan Pemda kurang memberikan perhatian kepada para pengungsi yang mungkin saja hingga saat ini belum tersentu bantuan, maupun yang belum terdata agar segera melapor di posko-posko terdekat, atau RT dan RW. Sehingga bantuan dapat diberikan baik yang berada di posko maupun di rumah-rumah keluarga yang ada di kota Lewoleba dan desa-desa yang menampung para pengungsi erupsi.
“Mari bersama pemerintah bergandengan tangan bahu-membahu membantu sanak saudara kita yang tertimpa musibah di saat pandemi seperti ini. Pemerintah tidak bisa berkerja sendiri tanpa adannya sinergi antara pemerintah dan masyarakat,” ajak Paskalis.
Pantauan media ini, pemulangan para pengungsi erupsi Ile Lewotolok ke desa yang tidak terdampak atau tidak berada dalam kawasan rawan bencana (KRB), menggunakan kendaraan Basarnas dan kendaraan milik Pemda Lembata.
Selain itu, Pemda Lembata juga mengevakuasi sejumlah pengungsi yang berada di posko-posko yang tersebar di kota Lewoleba agar menempati posko utama. Hal tersebut, dilakukan agar pemantauan kondisi para pengungsi lingkupnya lebih kecil. Sehingga para pengungsi juga dapat diperhatikan lebih intens baik dari sisi kesehatan, komsumsi dan tempat istirahat para pengungsi. (moruk)
(alf)
Lihat Juga :