Generasi Muda Wajib Kawal Pilkada
Jum'at, 04 Desember 2020 - 19:49 WIB
Dia mengajak seluruh pemuda menggunakan momentum Pilkada Serentak 2020 sebagai sarana membangun daerah lebih maju dan tetap memerhatikan lingkungan.
“Anak muda jangan sampai hanya menjadi kantong suara, tapi harus terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawalan pembangunan di daerah kita masing-masing," kata Isna.
Selain itu, anak muda wajib mendesak kepala daerah untuk mengusung pembangunan berkelanjutan. (Baca juga: Fahri Hamzah Sebut Generasi Milenial Kehilangan Teladan Para Elite Politik)
Peneliti Senior FORMAPPI Lucius Karus menuturkan pemuda belum terlibat aktif mengisi wacana yang berkembang saat pilkada. Terlebih saat ini ruang ekspresi dari kaum muda belum terlalu kelihatan di Pilkada 2020, padahal ini kesempatan paling bagus untuk menunjukkan intervensi dari idealisme kaum muda terhadap lahirnya pemimpin-pemimpin di daerah melalui Pilkada 2020.
Koordinator Koalisi Golongan Hutan Edo Rakhman mengatakan, pilihan anak muda menentukan nasib lima tahun ke depan. “Kalau kita tidak bisa memaksimalkan momentum tersebut kehidupan anak-anak muda hari ini yang menjadi pemilih potensial akan sangat berpengaruh kehidupanya 5 tahun ke depan," ujarnya.
“Anak muda jangan sampai hanya menjadi kantong suara, tapi harus terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawalan pembangunan di daerah kita masing-masing," kata Isna.
Selain itu, anak muda wajib mendesak kepala daerah untuk mengusung pembangunan berkelanjutan. (Baca juga: Fahri Hamzah Sebut Generasi Milenial Kehilangan Teladan Para Elite Politik)
Peneliti Senior FORMAPPI Lucius Karus menuturkan pemuda belum terlibat aktif mengisi wacana yang berkembang saat pilkada. Terlebih saat ini ruang ekspresi dari kaum muda belum terlalu kelihatan di Pilkada 2020, padahal ini kesempatan paling bagus untuk menunjukkan intervensi dari idealisme kaum muda terhadap lahirnya pemimpin-pemimpin di daerah melalui Pilkada 2020.
Koordinator Koalisi Golongan Hutan Edo Rakhman mengatakan, pilihan anak muda menentukan nasib lima tahun ke depan. “Kalau kita tidak bisa memaksimalkan momentum tersebut kehidupan anak-anak muda hari ini yang menjadi pemilih potensial akan sangat berpengaruh kehidupanya 5 tahun ke depan," ujarnya.
Lihat Juga :