Relief Bandara Kemayoran, Komitmen PPK Kemayoran Rawat Jejak Sejarah Penerbangan Indonesia

Kamis, 03 Desember 2020 - 06:01 WIB
Di era modern, arsitektur dan dekorasi sebuah ruang tunggu bandara banyak dihias dengan lukisan maupun gambar yang memperlihatkan keindahan dan kekayaan alam sebuah negara. Sementara di era kepemimpinan Presiden Soekarno, ruang tunggu bandara internasional ditampilkan melalui karya seni relief, sebuah karya dalam bentuk seni pahat tiga dimensi.

Terdapat tiga buah relief yang dipasang pada dinding terminal VIP eks bandara Kemayoran.Diciptakan secara khusus pada ranah publik, tiga relief tersebut secara langsung menjadi karya seni ruang publik yang pernah dimiliki Indonesia.

"Pada masa itulah, relief bandara dibuat atas permintaan Presiden Soekarno untuk memperlihatkan kekayaan dan karakteristik Indonesia kepada dunia," ujarnya. (Baca juga; Mengenal Menara ATC Tintin Kemayoran, Saksi Sejarah Kejayaan Penerbangan Indonesia )

Tiga karya relief yang dibuat oleh para seniman Indonesia tersebut berhasil menjadi mahakarya, antara lain Sindoesoedarsono Soedjojono, Harijadi Sumodidjojo, dan Surono serta para murid-muridnya yang tergabung dalam Seniman Indonesia Muda.

Relief ini dibangun pada tahun 1957.Dengan menggunakan teknik pahatan dalam, tiga relief yang ada secara langsung diukir pada dinding terminal VIP eks Bandara Kemayoran. (Baca juga; Kawasan Smart City dan Pesona Kemegahan Gerbang Kemayoran )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!