Diinisiasi Kapolda NTB, Kantor Baru Kaum Disabilitas Akhirnya Terwujud

Senin, 30 November 2020 - 23:45 WIB
Kantor seluas 63 meter persegi itu, jelas Asim, sudah dilengkapi perabotan seperti meja dan kursi kerja serta peralatan komputer. "Peralatannya kantor dikasih. Perangkat komputer, meja, semuanya lengkap, sampai sound sistem," tutur Asim.

Asim mengaku awalnya ragu akan niat Irjen Mohammad Iqbal. Asim menilai urusan kaum disabilitas bukanlah tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan dinas sosial. (Baca juga: Pemkab Mabar Apresiasi Bantuan Kemensos Rp1,9 Miliar untuk Rehabilitasi Penyandang Disabilitas )

"Sebelumnya kita tidak tahu sebenarnya. Sebagai aparat penegak hukum, beliau ramah tapi saya beranggapan 'Ini kan bukan tugas polisi'. Jadi ya enggak percaya aja tadinya, ya sudah deh," ucap Asim.

"Jujur PPDI NTB tak berharap. Makanya kita kaget dan enggak percaya kalau kami dibangunkan sebuah kantor baru yang sangat layak," sambung dia.

Asim kemudian menerangkan awalnya dia dan kawan-kawannya memang kagum dengan sosok Irjen Mohammad Iqbal lantaran tak canggung berinteraksi dengan kaum disabilitas. Bagi PPDI NTB, bertemu pejabat tinggi sekelas provinsi saja suatu hal yang sulit, apalagi bisa berbagi cerita dan bertukar pikiran.

"Kesan berbeda saat bertemu beliau, pribadi yang luar biasa. Langsung ajak ngobrol teman-teman, tidak canggung. Coba kalau tidak ada Covid, saya yakin semua paling akan memeluk beliau. Kan banyak dari temen-teman yang jarang ketemu orang pejabat tinggi, apalagi diajak bicara," ungkap Asim.

"Kan kita disabilitas itu, mohon maaf, kita marginal, kita mohon maaf. Jangankan dipeluk, dihampiri saja susah," imbuh pria 52 tahun asal Lombok Barat ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!