Aliansi Cinta NKRI Tolak Rizieq Shihab Datang ke Jawa Timur
Minggu, 22 November 2020 - 17:01 WIB
Aliansi Cinta NKRI bersama organ-organ yang lain menyatakan prihatin dengan tragedi yang ada di Jakarta beberapa waktu lalu. Tragedi yang dimaksud Zazuli adalah adanya pengumpulan massa dalam jumlah besar di tengah pandemi COVID-19. Tak hanya itu, dia juga menyayangkan momen Maulid Nabi yang dinodai dengan ceramah provokatif dan kalimat kotor.
"Momen Maulid Nabi SAW seharusnya itu menjadi momen untuk meneladani sikap Rasulullah. Tapi malah digunakan untuk ceramah provokasi yang menghujat, memberikan kalimat-kalimat kotor yang tidak pantas,” keluhnya. (Baca Juga: 35 Batalyon Ormas Pemuda Kawal Penyisiran Baliho Provokatif di Jateng)
Terkait rencana kedatangan Rizieq Shihab ke Jatim, pihaknya meminta agar ditunda dulu. Sebab, saat ini pandemi COVID-19. Dikhawatirkan nantinya akan memicu pengumpulan massa yang malah akan menjadi klaster baru virus korona. (Baca Juga: Jaga Makassar dari Provokasi, Baliho Habib Rizieq Diturunkan)
"Kalau menurut kami, harapan saya jangan dulu lah, ditunda dulu. Karena situasi masih pandemi. Kalau Beliau tetap memaksa, ya kami akan melakukan pengadangan. Kedua karakter masyarakat Jatim ini kan cinta damai. Santun dan tidak mau mengikuti tokoh yang sifatnya provokatif,” tegasnya.
"Momen Maulid Nabi SAW seharusnya itu menjadi momen untuk meneladani sikap Rasulullah. Tapi malah digunakan untuk ceramah provokasi yang menghujat, memberikan kalimat-kalimat kotor yang tidak pantas,” keluhnya. (Baca Juga: 35 Batalyon Ormas Pemuda Kawal Penyisiran Baliho Provokatif di Jateng)
Terkait rencana kedatangan Rizieq Shihab ke Jatim, pihaknya meminta agar ditunda dulu. Sebab, saat ini pandemi COVID-19. Dikhawatirkan nantinya akan memicu pengumpulan massa yang malah akan menjadi klaster baru virus korona. (Baca Juga: Jaga Makassar dari Provokasi, Baliho Habib Rizieq Diturunkan)
"Kalau menurut kami, harapan saya jangan dulu lah, ditunda dulu. Karena situasi masih pandemi. Kalau Beliau tetap memaksa, ya kami akan melakukan pengadangan. Kedua karakter masyarakat Jatim ini kan cinta damai. Santun dan tidak mau mengikuti tokoh yang sifatnya provokatif,” tegasnya.
(nic)
Lihat Juga :