Sensasi Makan Ala Kapal Titanic di Genangan Air Bendungan Saguling
Sabtu, 21 November 2020 - 20:44 WIB
Idenya muncul saat dirinya sedang berdiri di tepian bendungan dan mandang luas hamparan air. Saat itu terpikir bagaimana memanfaatkan permukaan air menjadi ladang usaha dan membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Akhirnya tercetuslah membuat rumah makan terapung.( Wisata ke Bandung Barat, Awas Bahaya Longsor di Jalur Wisata )
Diawali dengan bangunan kecil sederhana, setapak demi setapak respons konsumen sangat positif. Akhirnya restoran terapung mengalami pelebaran dan perubahan bentuk menjadi seperti sebuah perahu yang sedang mengapung. Kini luas restoran terapung Napak Sancang sudah mencapai 5.000 meter persegi, dengan panjang 100 meter dan lebar 25 meter.
"Di sini kami menjual makanan khas ikan bakar/goreng, ayam bakar/goreng, nasi timbel, dan beragam menu khas sunda. Semuanya disajikan dadakan dan ikannya juga dijaring dadakan, pengunjung bisa milih," ucapnya.
Disinggung makna dari nama Napak Sancang, Aep menyebutkan jika filosopinya adalah mengambang di atas air. Jadi pengunjung yang datang ke sini mereka bisa merasakan seperti makan di sebuah kapal terapung dari mulai haluan, geladak, hingga buritan, sambil menikmati suasana alam sekitar.
"Memang tempatnya dibuat seperti kapal, mimpinya seperti Titanic, walaupun dalam versi sederhana. Targetnya bangunan kapal ini bisa mencapai luas hingga 10.000 meter persegi, dengan fasilitas restoran, ruang pertemuan, aula pernikahan, di dalamnya. Jadi menjadi restoran terapung terbesar di Bandung Barat," kata pria bersahaja ini.
Diawali dengan bangunan kecil sederhana, setapak demi setapak respons konsumen sangat positif. Akhirnya restoran terapung mengalami pelebaran dan perubahan bentuk menjadi seperti sebuah perahu yang sedang mengapung. Kini luas restoran terapung Napak Sancang sudah mencapai 5.000 meter persegi, dengan panjang 100 meter dan lebar 25 meter.
"Di sini kami menjual makanan khas ikan bakar/goreng, ayam bakar/goreng, nasi timbel, dan beragam menu khas sunda. Semuanya disajikan dadakan dan ikannya juga dijaring dadakan, pengunjung bisa milih," ucapnya.
Disinggung makna dari nama Napak Sancang, Aep menyebutkan jika filosopinya adalah mengambang di atas air. Jadi pengunjung yang datang ke sini mereka bisa merasakan seperti makan di sebuah kapal terapung dari mulai haluan, geladak, hingga buritan, sambil menikmati suasana alam sekitar.
"Memang tempatnya dibuat seperti kapal, mimpinya seperti Titanic, walaupun dalam versi sederhana. Targetnya bangunan kapal ini bisa mencapai luas hingga 10.000 meter persegi, dengan fasilitas restoran, ruang pertemuan, aula pernikahan, di dalamnya. Jadi menjadi restoran terapung terbesar di Bandung Barat," kata pria bersahaja ini.
Lihat Juga :