Pria Ditemukan Tewas di Tol Sutami, Keluarga Curiga Bukan Korban Tabrak Lari
Kamis, 19 November 2020 - 08:41 WIB
Petugas menemukan sejumlah luka di tubuh mayat. Selain luka lecet, ada juga luka beberapa robek di bagian wajah, umumnya berada di sisi kiri tubuhnya. Mengenakan celana panjang kain warna abu-abu dan kaos oblong warna hitam motif garis-garis merah.
Petugas di lokasi tak menemukan kartu identitas, begitu juga saksi yang melihat peristiwa terjadi. "Apalagi CCTV juga tidak ada. Kalau barang-barang (yang hilang) untuk sementara kita belum ketahui. Masih kita dalami apakah saat bepergian ada yang dibawa atau tidak. Keterangan istrinya tidak ada yang hilang," ucap Muhalis.
Dia melanjutkan pihaknya langsung membawa korban ke RS Bhayangkara . Sehari setelah kabar kematian FR tersebar, orang yang mengaku sebagai pihak keluarganya mendatangi rumah sakit. "Di situ baru kita tahu identitasnya, setelah dicocokan data-data dan keterangan anggota keluarga korban," beber Muhalis.
Baca juga: Warga Heboh, Kerangka Manusia Ditemukan saat Bongkar Lantai Keramik Rumah
Dari rumah sakit, keluarganya kemudian diarahkan ke Polsek Tamalanrea untuk membuat laporan. "Jadi korban anggota jamaah tabligh, sering ikut kajian di masjid-masjid wilayah Makassar. Korban pamit ke salah satu masjid di daerah situ. karena dianggap ganjal, beberapa luka dikatakan seperti luka penganiayaan. Keluarga sepakat untuk dilakukan autopsi ," tandas Muhalis.
Terpisah, Yunus, kakak kandung FR menyebut korban sudah dua bulan terakhir ikut kajian keagamaan. "Sejak dia berhenti kerja di tempat galon. Pindah-pindah masjid, kadang di Mamajang, Kerung-kerung, Kapoposang, sampai di Masjid Raya. Berdakwah begitu memang jamaah tabligh," ucapnya.
Petugas di lokasi tak menemukan kartu identitas, begitu juga saksi yang melihat peristiwa terjadi. "Apalagi CCTV juga tidak ada. Kalau barang-barang (yang hilang) untuk sementara kita belum ketahui. Masih kita dalami apakah saat bepergian ada yang dibawa atau tidak. Keterangan istrinya tidak ada yang hilang," ucap Muhalis.
Dia melanjutkan pihaknya langsung membawa korban ke RS Bhayangkara . Sehari setelah kabar kematian FR tersebar, orang yang mengaku sebagai pihak keluarganya mendatangi rumah sakit. "Di situ baru kita tahu identitasnya, setelah dicocokan data-data dan keterangan anggota keluarga korban," beber Muhalis.
Baca juga: Warga Heboh, Kerangka Manusia Ditemukan saat Bongkar Lantai Keramik Rumah
Dari rumah sakit, keluarganya kemudian diarahkan ke Polsek Tamalanrea untuk membuat laporan. "Jadi korban anggota jamaah tabligh, sering ikut kajian di masjid-masjid wilayah Makassar. Korban pamit ke salah satu masjid di daerah situ. karena dianggap ganjal, beberapa luka dikatakan seperti luka penganiayaan. Keluarga sepakat untuk dilakukan autopsi ," tandas Muhalis.
Terpisah, Yunus, kakak kandung FR menyebut korban sudah dua bulan terakhir ikut kajian keagamaan. "Sejak dia berhenti kerja di tempat galon. Pindah-pindah masjid, kadang di Mamajang, Kerung-kerung, Kapoposang, sampai di Masjid Raya. Berdakwah begitu memang jamaah tabligh," ucapnya.
Lihat Juga :