Dinas Pertanian Jawa Timur Minta Petani Waspadai Badai La-Nina
Rabu, 18 November 2020 - 12:47 WIB
ilustrasi
SURABAYA - Menghadapi musim penghujan tahun ini, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Jawa Timur (Jatim) meminta Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten dan Kota se-Jatim untuk bersiap menghadapi banjir dan badai La-Nina.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),menginformasikan, iklim di Indonesia, khususnya Jatim bakal terjadi fenomena La Nina. Fenomena ini merupakan siklus lebih dinginnya laut pasifik ekuator. Hal itu mempengaruhi sistem iklim global. Intensitas hujan sedang hingga lebat. (Baca juga: Khofifah Minta Peran Palang Merah Remaja Dimaksimalkan )
Setidaknya, ada 22 daerah di Jatim berpotensi terdampak La Nina. Seperti penurunan suhu, datangnya musim hujan lebih awal dan potensi bencana, seperti banjir, longsor hingga puting beliung. “Badai La-Nina ini tidak ada tanda-tandanya dan biasanya mendadak,” kata Kepala DPKP Jatim Hadi Sulistyo, Rabu (18/11/2020).
Hadi juga menghimbau pada petani untuk menyiapkan benih-benih padi yang bisa tahan air. Sehingga, jika terjadi banjir, benih-benih tersebut masih bisa bertahan. Dengan lahan pertanian kurang lebih 1,2 juta hektar di Jatim, maka hal ini perlu dilakukan untuk ketahanan tanaman padi. (Baca juga: Selain Pejabat Pemkot Surabaya, KIPP Juga Laporkan Program Ini ke ASN )
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG),menginformasikan, iklim di Indonesia, khususnya Jatim bakal terjadi fenomena La Nina. Fenomena ini merupakan siklus lebih dinginnya laut pasifik ekuator. Hal itu mempengaruhi sistem iklim global. Intensitas hujan sedang hingga lebat. (Baca juga: Khofifah Minta Peran Palang Merah Remaja Dimaksimalkan )
Setidaknya, ada 22 daerah di Jatim berpotensi terdampak La Nina. Seperti penurunan suhu, datangnya musim hujan lebih awal dan potensi bencana, seperti banjir, longsor hingga puting beliung. “Badai La-Nina ini tidak ada tanda-tandanya dan biasanya mendadak,” kata Kepala DPKP Jatim Hadi Sulistyo, Rabu (18/11/2020).
Hadi juga menghimbau pada petani untuk menyiapkan benih-benih padi yang bisa tahan air. Sehingga, jika terjadi banjir, benih-benih tersebut masih bisa bertahan. Dengan lahan pertanian kurang lebih 1,2 juta hektar di Jatim, maka hal ini perlu dilakukan untuk ketahanan tanaman padi. (Baca juga: Selain Pejabat Pemkot Surabaya, KIPP Juga Laporkan Program Ini ke ASN )
Lihat Juga :