Januari - Oktober 2020, China Dominasi Impor di Jawa Timur
Selasa, 17 November 2020 - 09:03 WIB
Sementara itu, secara kumulatif, selama Januari - Oktober 2020, neraca perdagangan Jatim masih defisit sebesar USD341,57 juta. (Baca juga: Cegah Kerumunan Massa, KPU Surabaya Sarankan Kampanye Digital)
Defisit ini disumbangkan oleh selisih perdagangan ekspor-impor di sektor nonmigas yang surplus sebesar USD1,73 miliar.
Akan tetapi selisih perdagangan ekspor-impor di sektor migas justru mengalami defisit sebesar USD2,07 miliar. (Baca juga: Pandemi COVID-19 Diprediksi Bakal Gerus 'Serangan Fajar' Politik Uang di Pilkada)
"Surplus sektor nonmigas ini perlu lebih ditingkatkan agar neraca perdagangan Jawa Timur berubah menjadi surplus di periode berikutnya. Disamping itu perlu diupayakan untuk menekanatau mengurangi defisit dari sektor migas," pungkas Umar.
Defisit ini disumbangkan oleh selisih perdagangan ekspor-impor di sektor nonmigas yang surplus sebesar USD1,73 miliar.
Akan tetapi selisih perdagangan ekspor-impor di sektor migas justru mengalami defisit sebesar USD2,07 miliar. (Baca juga: Pandemi COVID-19 Diprediksi Bakal Gerus 'Serangan Fajar' Politik Uang di Pilkada)
"Surplus sektor nonmigas ini perlu lebih ditingkatkan agar neraca perdagangan Jawa Timur berubah menjadi surplus di periode berikutnya. Disamping itu perlu diupayakan untuk menekanatau mengurangi defisit dari sektor migas," pungkas Umar.
(boy)
Lihat Juga :