Ini Kronologis Pelecehan Aktivis Mahasiswi IAIN Tulungagung

Senin, 16 November 2020 - 22:11 WIB
Sekitar pukul lima sore, mereka tiba di wilayah Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Keduanya berhenti sebentar. Pelaku pelecehan seksual mengajak korban mampir di sebuah warung sate kambing. Usai makan dan ngobrol sejenak, sekitar pukul tujuh malam keduanya kembali melanjutkan perjalanan. Memasuki kawasan sepi, pelaku mulai memperlihatkan tingkah aneh.

Di atas motor yang berjalan, pelaku meminta korban memijiti panggungnya. Oleh korban, permintaan itu langsung ditolak. Mendekati lokasi, pelaku tiba tiba kembali menghentikan motornya. Kali ini beralasan pandangannya terhalangi kabut tebal. Kebetulan di tempat itu terdapat sebuah warung makan. Kondisinya sudah tutup. Pelaku mengajak korban singgah sebentar dan katanya sambil sekalian menata perbekalan. (Baca juga: Kapolda Maluku Utara Terseret Gerbong Mutasi, Pindah Jadi Kapolda Kalsel )

"Diduga sudah direncanakan oleh pelaku," tambah sumber yang mengaku cukup tahu sepak terjang pelaku di kampus. Di bagian luar warung yang tutup itu tingkah aneh pelaku kembali muncul. Tangannya tiba-tiba menyentuh pundak korban, yang oleh korban langsung ditepiskan.

Pelaku juga sempat bertanya ke korban jika selama ini apa belum pernah disentuh laki laki. Saat mengucapkan itu tangannya kembali berusaha merangkul korban dan lagi lagi oleh korban dikibaskan. Korban sangat kaget dan tidak menduga saat pelaku tiba-tiba merogoh bagian dalam bajunya.

Dengan tangan mendekapkan tas ke dada, korban berusaha menghindar. Bukannya berhenti. Tangan pelaku justru menggerayang kemana-mana. Sementara mukanya didekatkan berusaha memaksa mencium bibir korban. Seperti kesetanan, korban yang melawan dicengkram. Tubuhnya digulingkan sampai pakaian dalamnya terlepas. (Baca juga: Warga Batang Gempar, Bayi Laki-laki Tergeletan Tak Bernyawa di Sungai )

Beruntung, dalam kondisi dilecehkan itu korban berhasil melepaskan diri, dan segera lari menjauhi lokasi. Sambil menangis, korban berteriak meminta dipulangkan ke Tulungagung . Korban menolak melanjutkan kemah. Saat itu pukul delapan malam. Entah karena takut, pelaku menuruti permintaan korban. Keduanya kembali berboncengan motor menuju Tulungagung .
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!