106 Santri dan Penghuni Pondok Pesantren di Bojongsari Depok Positif COVID-19
Senin, 16 November 2020 - 19:42 WIB
Sebanyak 106 santri dan penghuni pondok pesantren di Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat, dipastikan positif COVID-19. Ilustrasi/SINDOnews
DEPOK - Sebanyak 106 santri dan penghuni pondok pesantren di Kecamatan Bojongsari, Kota Depok , Jawa Barat, dipastikan positif COVID-19 . Hasil tersebut diketahui setelah 221 penghuni pondok pesantren menjalani swab test pada Kamis (12/11/2020).
"Dari 221 itu, yang sudah keluar hasilnya 170. Dari 170 itu, yang positif COVID-19 ada 106 orang," kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 (GTPPC) Kota Depok, Dadang Wihana, Senin (16/11/2020). (Baca juga; Setelah 40 Santri Positif Covid-19, 300 Penghuni Ponpes di Depok Swab Test Massal )
Sebelumnya diketahui 39 penghuni pondok pesantren di Bojongsari terpapar COVID-19. Ditambah dua lagi yang juga terpapar sehingga total menjadi 41 orang. Kemudian mereka menjalani isolasi di pondok pesantren dan yang lainnya menjalani swab lanjutan.
Setelah diketahui banyak penghuni yang terpapar, maka pondok pesantren tersebut saat ini dijadikan tempat isolasi khusus. "Bagi yang positif, sejak hari Jumat menjalani isolasi di pesantren, di kamar tersendiri. Yang bergejala segera dirujuk ke rumah sakit," ucapnya.
"Dari 221 itu, yang sudah keluar hasilnya 170. Dari 170 itu, yang positif COVID-19 ada 106 orang," kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 (GTPPC) Kota Depok, Dadang Wihana, Senin (16/11/2020). (Baca juga; Setelah 40 Santri Positif Covid-19, 300 Penghuni Ponpes di Depok Swab Test Massal )
Sebelumnya diketahui 39 penghuni pondok pesantren di Bojongsari terpapar COVID-19. Ditambah dua lagi yang juga terpapar sehingga total menjadi 41 orang. Kemudian mereka menjalani isolasi di pondok pesantren dan yang lainnya menjalani swab lanjutan.
Setelah diketahui banyak penghuni yang terpapar, maka pondok pesantren tersebut saat ini dijadikan tempat isolasi khusus. "Bagi yang positif, sejak hari Jumat menjalani isolasi di pesantren, di kamar tersendiri. Yang bergejala segera dirujuk ke rumah sakit," ucapnya.
Lihat Juga :