Cerita Seru Mendaki Gunung Gede di Masa Pandemi

Sabtu, 14 November 2020 - 06:22 WIB
(baca juga: Menjaga Tubuh Tetap Sehat Selama Pandemi dengan 5 Langkah Sederhana)

Mendaki gunung Gede memang seru dan mengasyikkan. Saya sendiri entah sudah berapa kali mendakinya. Diketahui, di dalam kawasan TNGP terdapat kawah, padang edelweiss, air terjun, air panas, serta kekayaan alam lainnya yang beragam. Gunung ini juga memiliki 250 ragam jenis burung yang 16 di antaranya jenis burung elang. Jika beruntung, saat pendakian kita bisa menemui lutung, surili, owa Jawa, dan banyak lagi binatang lainnya.

Jalur pendakian gunung Putri, saat kami mendaki, kali ini terbilang sangat padat. Meski demikian pendaki masih bisa menjaga jarak aman. Pendaki rata-rata berasal dari Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi, Bandung bahkan dari luar pulau Jawa. Alasan mereka beragam, dari sekadar mengisi kekosongan waktu sampai mencari persahabatan di alam bebas.

Perjalanan via jalur gunung Putri disudahi setelah menggapai padang indah berkabut bernama Alun-alun Surya Kencana. Entah mengapa, di sini dan di pos-pos sebelumnya lebih banyak dijumpai relawan dan pedagang berseliweran. Selidik punya selidik, hal ini ternyata untuk memberikan servis kepada para pendaki. Pedagang dan relawan ini adalah orang-orang yang kehilangan pekerjaannya akibat dampak pandemi.

Salah satu guide yang mendampingi kami mengatakan, keberadaan pedagang dan relawan memang ada kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya, pendaki yang sakit bisa ditolong lebih cepat. Pengunjung juga dimanjakan dengan tersedianya mie siap saji, air mineral, gorengan, buah sampai minuman aneka rasa. Kekurangannya sampah berserakan di mana-mana. Namun diakui, para pedagang, relawan bersama para pemandu wisata kerap melakukan pembersihan di TNGP. (Resep Sayur Lodeh, Makanan Khas Jawa Barat yang Bikin Ketagihan)

Malam itu, kami membuka tenda dengan berselimut kabut Surya Kencana. Hingga keesokan paginya, usai berbenah dan mengambil air dari mata air di padang indah ini untuk persiapan sarapan dan bekal perjalanan berikutnya. Namun sayang, di sekitar mata air mengalir jernih itu masih ada saja pendaki yang membuang hajat. Padahal ada ratusan orang mengakses air ini ketika bermalam atau melintas. Menjelang siang, cuaca sangat cerah.

Usai sarapan dan beres-beres, kami berangkat menuju puncak gunung Gede. Beruntungnya, anak kami, Umar tidak rewel. Di dalam kursi gendong yang saya panggul, Umar sangat senang dan nampak begitu menikmati pendakian. Hujan rintik kemudian deras, mewarnai perjalanan menuju puncak. Namun tidak berlangsung lama. Persis pukul 12.45, hujan berangsur menipis, dan kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!