Bunda! Tren Menstruasi Anak Semakin Dini, Apakah Edukasi Menstruasi Masih Dianggap Tabu?
Kamis, 12 November 2020 - 21:28 WIB
Terdapat korelasi antara frekuensi konsumsi junk food dengan usia menarche. Ditemukan bahwa anak perempuan yang mengonsumsi junk food 2x per minggu, lebih banyak mengalami menarche dini (12 tahun) dari yang mengonsumsi junk food 2x per minggu," katanya saat peluncuran virtual website Charm Girls’ Talk, Kamis (12/11/2020) di Surabaya.
Beta menjelaskan, bahwa ternyata menarche dini memiliki dampak negatif pada anak. Menarche dini memiliki hubungan dengan meningkatnya risiko obesitas abdominal, kanker payudara, resistensi insulin, penyakit kardiovaskular, dan hipertensi.
Psikolog Anak, Devi Sani, yang turut hadir dalam peluncuran virtua Charm Girl’s Talk menjelaskan, masa pubertas, termasuk menarche di dalamnya memiliki banyak dampak psikis. Terutama pada anak yang baru pertama kali mengalami. (BACA JUGA: Tak Mau Sakit saat Menstruasi? Pilih dan Hindari Makanan Ini)
"Seperti perubahan fisik yang membingungkan, perubahan hormon, yang menimbulkan banyak pertanyaan bagi anak," ujarnya.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia tahun 2019, 65% orang tua Indonesia tidak membicarakan tentang menstruasi ke anak, dan 45% orang tua Indonesia juga menganggap pembicaraan tentang menstruasi penting untuk dilakukan ke anak. Padahal, menstruasi memberikan beberapa perubahan dan dampak pada anak.
Beta menjelaskan, bahwa ternyata menarche dini memiliki dampak negatif pada anak. Menarche dini memiliki hubungan dengan meningkatnya risiko obesitas abdominal, kanker payudara, resistensi insulin, penyakit kardiovaskular, dan hipertensi.
Psikolog Anak, Devi Sani, yang turut hadir dalam peluncuran virtua Charm Girl’s Talk menjelaskan, masa pubertas, termasuk menarche di dalamnya memiliki banyak dampak psikis. Terutama pada anak yang baru pertama kali mengalami. (BACA JUGA: Tak Mau Sakit saat Menstruasi? Pilih dan Hindari Makanan Ini)
"Seperti perubahan fisik yang membingungkan, perubahan hormon, yang menimbulkan banyak pertanyaan bagi anak," ujarnya.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia tahun 2019, 65% orang tua Indonesia tidak membicarakan tentang menstruasi ke anak, dan 45% orang tua Indonesia juga menganggap pembicaraan tentang menstruasi penting untuk dilakukan ke anak. Padahal, menstruasi memberikan beberapa perubahan dan dampak pada anak.
Lihat Juga :