Masa Pandemi, Anies Harap Kawula Muda Manfaatkan Teknologi Digital
Kamis, 12 November 2020 - 22:05 WIB
"Alhamdulillah, kita bersyukur hari ini menyaksikan contoh anak-anak kreatif, inovatif, yang insya Allah nantinya kita akan titipkan perjalanan bangsa ini kepada mereka. Saat ini, mereka sudah menjadi bagian dari pemberi solusi. Pagi hari ini kita melihat anak-anak kita yang punya proposal bisnis, proposal untuk penyelesaian masalah di kota kita lewat hackathon, lewat kompetisi proposal bisnis," ujar Anies.
Dia menyebutkan bahwa para pemenang telah menunjukkan pergeseran dari pertanyaan “Kalau besar akan menjadi apa?" menjadi “Akan menghasilkan apa nanti?”. (Baca juga: Sumpah Pemuda, Teknologi Digital, dan Hoax)
Menurutnya, kompetisi Jakbee Hackathon kedua ini merupakan salah satu latihan pemuda untuk berkarya dan mengantisipasi perubahan zaman yang begitu cepat di masa pandemi.
"Kalau kita terbiasa melatih anak-anak kita dengan pertanyaan yang nilainya tinggi adalah yang paling mirip dengan bacaan, maka anak-anak kita akan menjadi mekanistik, anak-anak kita tidak akan muncul kreativitas. Tapi, kalau terbiasa diberi kertas kosong, silakan Anda kerjakan apapun dengan kertas ini, maka dia terlatih untuk berinovasi, berkreasi. Masa depan akan dimiliki oleh mereka yang kreatif, yang mampu berpikir berbeda dengan yang lain. Inilah ciri generasi baru kita. Kita berharap anak-anak terus kreatif, inovatif, terus dengan ide-ide baru dan berpikir berbeda dengan normalnya," ungkapnya.
Jakbee Hackathon 2020 dari BAZNAS BAZIS DKI Jakarta dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang proposal bisnis untuk jenjang SMA diikuti oleh 155 tim dengan 2-3 orang di dalamnya. Adapun untuk kompetisi Hackathon diikuti oleh 75 tim yang berasal dari seluruh Indonesia. Sementara itu, beasiswa pendidikan diberikan kepada 3.339 mahasiswa yang sedang menempuh jenjang sarjana dengan total lebih dari Rp20 miliar.
Dia menyebutkan bahwa para pemenang telah menunjukkan pergeseran dari pertanyaan “Kalau besar akan menjadi apa?" menjadi “Akan menghasilkan apa nanti?”. (Baca juga: Sumpah Pemuda, Teknologi Digital, dan Hoax)
Menurutnya, kompetisi Jakbee Hackathon kedua ini merupakan salah satu latihan pemuda untuk berkarya dan mengantisipasi perubahan zaman yang begitu cepat di masa pandemi.
"Kalau kita terbiasa melatih anak-anak kita dengan pertanyaan yang nilainya tinggi adalah yang paling mirip dengan bacaan, maka anak-anak kita akan menjadi mekanistik, anak-anak kita tidak akan muncul kreativitas. Tapi, kalau terbiasa diberi kertas kosong, silakan Anda kerjakan apapun dengan kertas ini, maka dia terlatih untuk berinovasi, berkreasi. Masa depan akan dimiliki oleh mereka yang kreatif, yang mampu berpikir berbeda dengan yang lain. Inilah ciri generasi baru kita. Kita berharap anak-anak terus kreatif, inovatif, terus dengan ide-ide baru dan berpikir berbeda dengan normalnya," ungkapnya.
Jakbee Hackathon 2020 dari BAZNAS BAZIS DKI Jakarta dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang proposal bisnis untuk jenjang SMA diikuti oleh 155 tim dengan 2-3 orang di dalamnya. Adapun untuk kompetisi Hackathon diikuti oleh 75 tim yang berasal dari seluruh Indonesia. Sementara itu, beasiswa pendidikan diberikan kepada 3.339 mahasiswa yang sedang menempuh jenjang sarjana dengan total lebih dari Rp20 miliar.
(jon)
Lihat Juga :