Pengungsi Merapi di Tlogolele Bakal Jalani Pemeriksaan COVID-19
Senin, 09 November 2020 - 21:25 WIB
Para pengungsi warga Desa Tlogolele, Selo, Boyolali, Jateng tiba di tempat penampungan pengungsian sementara (TPPS), Senin (9/11/2020). Foto/SINDOnews/Ary Wahyu Wibowo
BOYOLALI - Pengungsi Gunung Merapi di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali , Jateng dijadwalkan bakal menjalani pemeriksaan kesehatan, Selasa (9/11/2020) besok. Mereka yang kini mengungsi di tempat penampungan pengungsian sementara (TPPS) bakal diperiksa terkait COVID-19.
Sekretaris Desa (Sekdes) Tlogolele, Neigen Achtah Nur Edy Saputra mengatakan, tercatat ada 233 warga di kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi yang sejauh ini telah diungsikan. Yakni para lansia, ibu hamil, balita, anak anak, dan difabel. (Baca juga: Pengungsi Merapi di Tlogolele Tinggal di Bilik Sederhana, Begini Kondisinya)
Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali telah menyampaikan akan memeriksa kesehatan para pengungsi terkait COVID-19. “Bentuknya rapid test atau swab test kami belum tahu. Intinya besok ada pemeriksaan kesehatan terkait COVID-19,” kata Neigen Achtah kepada SINDOnews di lokasi TPPD di Desa Tlogolele, Senin (9/11/2020). (Baca juga: 4 Hari Terakhir, Gemuruh dan Batu Longsor Puncak Merapi Terdengar di Tlogolele)
Sekretaris Desa (Sekdes) Tlogolele, Neigen Achtah Nur Edy Saputra mengatakan, tercatat ada 233 warga di kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi yang sejauh ini telah diungsikan. Yakni para lansia, ibu hamil, balita, anak anak, dan difabel. (Baca juga: Pengungsi Merapi di Tlogolele Tinggal di Bilik Sederhana, Begini Kondisinya)
Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali telah menyampaikan akan memeriksa kesehatan para pengungsi terkait COVID-19. “Bentuknya rapid test atau swab test kami belum tahu. Intinya besok ada pemeriksaan kesehatan terkait COVID-19,” kata Neigen Achtah kepada SINDOnews di lokasi TPPD di Desa Tlogolele, Senin (9/11/2020). (Baca juga: 4 Hari Terakhir, Gemuruh dan Batu Longsor Puncak Merapi Terdengar di Tlogolele)
Lihat Juga :