BNPB Apresiasi Pemprov DKI Dalam Mengantisipasi Potensi Bencana
Kamis, 05 November 2020 - 08:35 WIB
Doni juga meminta agar pesan tersebut dapat diteruskan ke seluruh jajaran pemerintah daerah hingga tingkat RT/RW. “Infokan ke semua kepala pelaksana (kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Minta mereka teruskan sampai tingkat RT dan RW,” ucap Doni.
Doni yang turut hadir dalam apel kesiapsiagaan di Jakarta kemarin juga memberikan bantuan secara simbolis untuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupa perahu karet multifungsi sebanyak 13 buah. Ke depan bantuan perahu karet tersebut dapat digunakan untuk peninjauan, evakuasi, dan distribusi logistik.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang bertindak sebagai pemimpin apel meminta kepada jajarannya agar dapat bekerja lebih maksimal guna mengantisipasi dampak bencana. Antisipasi menjadi penting, sebagaimana informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan bahwa wilayah Indonesia tengah menghadapi fenomena La Nina. Hal itu secara langsung berdampak pada tingginya curah hujan hingga 40% dari kondisi normal. “Memastikan seluruh warga selamat. Tanggung jawab kita memastikan semua selamat. Jangan ada korban,” tegas Anies. (Baca juga: Banyak Persoalan, MPR Minta Kemendikbud Evaluasi Pelaksanaan PJJ)
Selanjutnya dalam mengantisipasi ada pengungsian pada masa pandemi, pihaknya juga telah menyiapkan beberapa hal seperti menyediakan tenda khusus hingga perahu serta tim dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta. “Kemudian disiapkan perahu untuk membawa mereka yang punya gejala atau terpapar Covid-19. Jadi, nanti pengungsian disiapkan, mobilitas juga disiapkan,” pungkas Anies.
Setali tiga uang, Gubernur Ridwan Kamil menyatakan Provinsi Jabar kini berstatus siaga 1 hingga Mei 2021, menyusul prediksi peningkatan potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem dan fenomena La Nina pada musim hujan tahun ini. Dengan status tersebut, gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu pun menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan di 27 kabupaten/kota bersiaga menghadapi berbagai potensi bencana alam dan penanganan dampaknya.
Doni yang turut hadir dalam apel kesiapsiagaan di Jakarta kemarin juga memberikan bantuan secara simbolis untuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupa perahu karet multifungsi sebanyak 13 buah. Ke depan bantuan perahu karet tersebut dapat digunakan untuk peninjauan, evakuasi, dan distribusi logistik.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang bertindak sebagai pemimpin apel meminta kepada jajarannya agar dapat bekerja lebih maksimal guna mengantisipasi dampak bencana. Antisipasi menjadi penting, sebagaimana informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan bahwa wilayah Indonesia tengah menghadapi fenomena La Nina. Hal itu secara langsung berdampak pada tingginya curah hujan hingga 40% dari kondisi normal. “Memastikan seluruh warga selamat. Tanggung jawab kita memastikan semua selamat. Jangan ada korban,” tegas Anies. (Baca juga: Banyak Persoalan, MPR Minta Kemendikbud Evaluasi Pelaksanaan PJJ)
Selanjutnya dalam mengantisipasi ada pengungsian pada masa pandemi, pihaknya juga telah menyiapkan beberapa hal seperti menyediakan tenda khusus hingga perahu serta tim dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta. “Kemudian disiapkan perahu untuk membawa mereka yang punya gejala atau terpapar Covid-19. Jadi, nanti pengungsian disiapkan, mobilitas juga disiapkan,” pungkas Anies.
Setali tiga uang, Gubernur Ridwan Kamil menyatakan Provinsi Jabar kini berstatus siaga 1 hingga Mei 2021, menyusul prediksi peningkatan potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem dan fenomena La Nina pada musim hujan tahun ini. Dengan status tersebut, gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu pun menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan di 27 kabupaten/kota bersiaga menghadapi berbagai potensi bencana alam dan penanganan dampaknya.
Lihat Juga :