Jabar Dibanjiri Wisatawan, Rapid Test Acak Digelar di Lokasi Wisata
Minggu, 01 November 2020 - 10:50 WIB
Rapid tes acak, kata Daud, diharapkan menekan tingkat penyebaran sekaligus menjadi bahan pemetaan penyebaran COVID-19 jika didapati wisatawan yang terkonfirmasi positif COVID-19.
"Kita memang mengadakan (rapid) tes secara acak di pusat kerumunan, tempat wisata, kemudian pasr, dan juga ada kemungkinan upacara peringatan Maulid Nabi," ujar Daud.
Berdasarkan data per Kamis (29/10/2020) lalu, lanjut Daud, Kabupaten Bogor menempati urutan pertama dengan jumlah wisatawan yang dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid tes acak tersebut. "Dari 900 wisatawan yang jalani rapid test, ada sekitar 50 orang positif dan langsung menjalani swab test," sebut Daud.
(Baca juga: Geger, Penemuan Mayat Pria Paruh Baya di Pasar Induk Cikuburuk )
Di daerah lain, Daud menyebutkan, sebanyak 1 orang wisatawan dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid tes acak terhadap 77 orang wisatawan. Sementara di Cirebon, dari 100 orang yang menjalani rapid tes, hasilnya tidak ada yang reaktif.
"Kita memang mengadakan (rapid) tes secara acak di pusat kerumunan, tempat wisata, kemudian pasr, dan juga ada kemungkinan upacara peringatan Maulid Nabi," ujar Daud.
Berdasarkan data per Kamis (29/10/2020) lalu, lanjut Daud, Kabupaten Bogor menempati urutan pertama dengan jumlah wisatawan yang dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid tes acak tersebut. "Dari 900 wisatawan yang jalani rapid test, ada sekitar 50 orang positif dan langsung menjalani swab test," sebut Daud.
(Baca juga: Geger, Penemuan Mayat Pria Paruh Baya di Pasar Induk Cikuburuk )
Di daerah lain, Daud menyebutkan, sebanyak 1 orang wisatawan dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid tes acak terhadap 77 orang wisatawan. Sementara di Cirebon, dari 100 orang yang menjalani rapid tes, hasilnya tidak ada yang reaktif.
Lihat Juga :