Walah Rek! Jelang Pilkada Surabaya Pemberian Kunci Rusun pun Dipolitisir
Rabu, 28 Oktober 2020 - 18:08 WIB
Anggota DPRD Surabaya dua periode ini mengatakan, seharusnya Pemkot Surabaya mengutamakan rakyat yang belum memiliki rumah. Sebab, saat ini waiting list atau masyarakat yang antri menempati rusun sekitar 10 ribu KK.
BACA JUGA: Dituduh Lakukan Ujaran Kebencian, Risma Dilaporkan ke Polda Jatim
"Pemkot menyakiti hati rakyatnya sendiri, pemkot hanya mengutamakan kepentingam Risma untuk memenangkan Eri-Armuji," ungkapnya.
Menurutnya, pembangunan rusun harus menjadi solusi di tengah populasi masyarakat Surabaya yang luar biasa tinggi. Tahun 1945 populasinya hanya berada di kisaran Rp250 ribu, namun tahun 2020 sudah meningkat pesat menjadi sekitar Rp 3 juta.
"Tapi ya kebangetan, yang punya rumah dikasih, yang benar-benar butuh nggak dapat, apalagi informasinya yang KTP luar Surabaya juga dikasih, saya berharap bu Risma benar-benar mengakhiri jabatannya dengan amanah,” tukasnya.
BACA JUGA: Dituduh Lakukan Ujaran Kebencian, Risma Dilaporkan ke Polda Jatim
"Pemkot menyakiti hati rakyatnya sendiri, pemkot hanya mengutamakan kepentingam Risma untuk memenangkan Eri-Armuji," ungkapnya.
Menurutnya, pembangunan rusun harus menjadi solusi di tengah populasi masyarakat Surabaya yang luar biasa tinggi. Tahun 1945 populasinya hanya berada di kisaran Rp250 ribu, namun tahun 2020 sudah meningkat pesat menjadi sekitar Rp 3 juta.
"Tapi ya kebangetan, yang punya rumah dikasih, yang benar-benar butuh nggak dapat, apalagi informasinya yang KTP luar Surabaya juga dikasih, saya berharap bu Risma benar-benar mengakhiri jabatannya dengan amanah,” tukasnya.
(vit)
Lihat Juga :