Komunitas Virtual

Jum'at, 08 Mei 2020 - 08:56 WIB
Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Prof Dr Komaruddin Hidayat. Foto/Istimewa
Komaruddin Hidayat

Rektor Universita Islam Internasional Indonesia



Dua bulan mengikuti anjuran "tinggal di rumah saja", banyak pengalaman dan perasaan baru yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Yang pertama dirasakan adalah kehilangan kebebasan untuk bergerak di luar rumah, baik untuk keperluan pekerjaan kantor, mengajar di kelas, menghadiri seminar, salat jamaah di masjid, berkumpul dengan teman-teman, berkunjung ke rumah famili, menengok teman di rumah sakit, maupun berolahraga di lapangan golf.

Seminggu pertama tinggal di rumah suasana batin masih biasa saja, bahkan hidup terasa lebih rileks kumpul keluarga, terbebas dari suasana kemacetan jalan raya. Tetapi memasuki hari-hari berikutnya, pikiran dan emosi perlu adaptasi dengan suasana baru yang mulai menjemukan. Rupanya naluri orang sebagai "wanderer being", makhluk yang senang bergerak untuk berkelana dan bereksplorasi, akan tertekan jika hidup dalam kurungan.

Muncul perasaan letargik, yaitu jenuh, tidak fokus, mudah emosi, kurang bergairah, dan cemas. Untunglah sekarang ada fasilitas internet, Wi-Fi, dan telepon seluler sehingga mengurangi perasaan sepi sendiri. Meski tinggal di rumah, kita bisa melakukan eksplorasi dan berselancar di lautan dunia maya yang sangat luas. Bisa menonton film, membaca segala macam buku. Lewat YouTube kita bisa melihat dan mendengarkan ceramah, diskusi, debat, orkestra, komedi, dan sebagainya.

Aktivitas baru yang fenomenal adalah work from home (WFH) dan mengikuti diskusi keilmuan serta keagamaan secara virtual. Jika sebelum pandemi salah satu agenda saya adalah memberi ceramah dan menghadiri forum diskusi keilmuan, selama stay at home ini ternyata semua itu tetap bisa dilakukan, namun secara virtual—lewat media daring.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!