Siswa di Palmerah Terancam Putus Sekolah, Ini Janji Wali Kota hingga Pejabat Disdik

Senin, 26 Oktober 2020 - 21:01 WIB
Adalah Aditya Akbar (13), yang kini was-was dengan nasib pendidikannya. Nasibnya melanjutkan pendidikan kini di ujung tanduk, lantaran hampir setengah tahun tidak mampu mengikuti sistem belajar online karena tak punya smartphone.

Bahkan, pelajar kelas VII SMP Negeri 286 itu tidak bisa mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS) karena tidak mendapatkan soal lantaran tak memiliki smartphone.

Terpisah, Kasudin Pendidikan Wilayah II Jakarta Barat Uripasih, juga berjanji menindaklanjut kejadian tersebut. Hanya, Uripasih belum mendapatkan laporan dari pihak SMP Negeri 286 Jakarta terkait siswa yang tidak masuk sekolah lantaran tidak memiliki smartphone.

Karenanya, pihaknya akan mengumpulkan seluruh kepala sekolah tingkat SMP, SMA, dan SMK melalui zoom, untuk menyisir siswa yang tidak memiliki smartphone. (Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka Belum Bisa Dilakukan, DKI Akan Tingkatkan Layanan Internet)

Dia mengakui selama ini smartphone masih menjadi kendala dalam proses belajar mengajar daring. Permasalahan yang muncul yakni satu keluarga hanya memiliki satu smartphone. Sehingga smartphone yang dipakai harus bergiliran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!