Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC), Rumah Gajah Sumatera yang Jadi Destinasi Alternatif

Minggu, 25 Oktober 2020 - 10:14 WIB
Dari Kota Pematangsiantar hanya butuh waktu 45 menit untuk bisa sampai ke ANECC, dan sekitar 20 menit dari Parapat. Lokasinya yang berada di tengah hutan pinus seluas 200 hektare,membuat wisatawan akan menikmati udara dingin dan segar serta cocok untuk lokasi melepas kepenatan setelah lelah mengendarai mobil dalam perjalan menuju kawasan Danau Toba.

Masuk ke lokasi ANECC, wisatawan atau pengunjung tidak dipungut biaya dan hanya mengisi buku tamu. Setelah masuk ke lokasi ANECC pengunjung akan melihat empat ekor gajah jinak yang pintar, cerdas dan siap menghibur pengunjung, tentunya dengan didampingi mahout atau pawang gajah.

Keempat gajah jinak yang diberi nama Siti Zubaidah berusia sekitar 37 tahun asal Palembang, Luis Vigo Jantan (11 tahun) asal Cikampak ,Vini Alvionita Betina (30 tahun) asal Sosa dan Ester Juwita (36 tahun ) asal Palembang.

Hanya dengan membeli seikat tebu seharga Rp 20 ribu,pengunjung ANECC sudah dapat menikmati kecerdasan keempat gajah yang siap menuruti perintah yang dimintakan,seperti mengangkat kaki,menggelengkan kepala,memintanya duduk dan photo bersama.

Menurut Ilham Pasaribu,salah seorang pelatih gajah ,selain sebagai kawasan konservasi gajah yang merupajan hewan langka dan terancam punah ANECC juga merupakan tujuan wisata menikmati sensasi gajah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!