Ekspor Impor Mulai Naik, Transportasi Laut Perlu Berbenah

Jum'at, 23 Oktober 2020 - 13:53 WIB
"Indikasi positif pemulihan perekonomian tersebut harus segera disikapi oleh sektor logistik Indonesia, terutama di sektor kepelabuhanan karena sekitar 90% perdagangan dunia melalui transportasi laut," kata dia, Jumat (23/10/2020).

Menurut dia, penyedia dan pelaku logistik beserta pihak-pihak terkait harus mempersiapkan diri. Salah satunya meningkatkan efisiensi dan efektivitasnya dengan memanfaatkan teknologi informasi yang terus berkembang. Diantaranya menggunakan big data analytics, cloud logistics, internet of things, serta robotics and automation.

Setijadi menjelaskan pada tahap awal perlu dilakukan perbaikan proses bisnis, serta peningkatan teknologi atau fasilitas dan kompetensi SDM. Implementasi supply chain management (SCM) tidak bisa ditawar untuk peningkatan efisiensi dan efektivitas dengan integrasi proses bisnis oleh semua entitas dalam supply chain. (Baca: Tekanan Ekonomi Global Mulai Reda, Sri Mulyani: Risiko Tetap Sama )

SCI, kata dia, juga mengapresiasi rencana pemerintah untuk memperbaiki kinerja logistik nasional, iklim investasi, dan daya saing perekonomian dengan penerbitan Inpres No. 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional (NLE).

Untuk mewujudkan sistem logistik yang lebih efisien dengan transformasi digital, perlu kolaborasi dan sinergi melalui implementasi SCM antar pihak. Mulai dari pemerintah (kementerian/lembaga/instansi terkait), penyedia jasa logistik, pemilik barang, operator dan penyedia jasa kepelabuhanan, perusahaan pengangkutan, dan pihak-pihak terkait lainnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!